Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film ‘Everything Everywhere’ dan Tren Penggunaan Bahasa Asing di Hollywood

📅 Minggu, 19 Mar 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis



Sisi positif dari representasi bahasa adalah para sutradara/pembuat film dapat secara bebas menggunakan bahasa-bahasa tersebut untuk menunjukkan karakter dan keadaan emosional dan intelektual dari berbagai adegan. Penggunaan bahasa-bahasa tertentu juga bisa digunakan untuk mempromosikan bahasa bahasa yang terancam punah dan juga menghilangkan stereotip negatif yang menempel ke suatu bahasa tertentu, terutama untuk menghilangkan asosiasi antara bahasa asing dengan sesuatu yang jahat.

Para pasukan bawah laut dari kerajaan Talokan dalam film karya Ryan Coogler Black Panther: Wakanda Forever tidak sekalipun terlihat berbicara bahasa inggris. Dalam film yang termasuk dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) tersebut, kerajaan fiksi atlantis yang ada diganti menjadi kerajaan yang terinspirasi dari masyarakat Meso Amerika.

Bahasa yang orang-orang Talokan gunakan dalam film tersebut adalah bahasa yang ada di dunia nyata bernama Yucatec Maya, digunakan oleh masyarakat-masyarakat pedalaman di Guatemala, Belize dan Meksiko Selatan.

Menyebarkan Sebuah Bahasa Kesukuan

Yucatec Maya adalah salah satu rumpun bahasa maya yang terstigmatisasi dan termarginaliasi sebagai akibat dari kolonialisme yang berkepanjangan.

Namun arahan kreatif Coogler untuk menggunakan bahasa Yucatec Maya sebagai bahasa yang digunakan orang Talokan serta penggunaan secara masif kultur Mayan dan Aztec sebagai inspirasi aspek visual telah memberikan suatu rasa bangga bagi para penikmat film berbahasa Maya yang melihat kultur dan bahasa mereka digunakan secara luas.

Dua karakter minor yang kuat seperti Namora dan Attuma berbicara hanya dalam bahasa Yucatec Maya di sepanjang film tersebut, diikuti dengan subtitle bahasa inggris yang ditunjukan dengan warna biru yang elegan.

Perilaku Antagonisme?

Namun, karakter-karakter yang berbahasa Yucatec Maya tersebut kebanyakan adalah penjahat di film Black Panther yang digambarkan sebagai karakter yang sangat kuat dan memiliki kekuatan fisik yang tidak memiliki tandingannya. Walaupun karakter tersebut bukan merupakan karakter yang memiliki satu dimensi, bahasa yang mereka gunakan malah digunakan untuk menunjukan bahwa mereka adalah karakter dengan perilaku antagonis daripada sekadar menunjukan bahasa yang dipakai secara normal oleh orang-orang pedalaman.

Hal ini sangat terlihat jika kita membandingkannya dengan karakter-karakter protagonis yang ada di film tersebut yaitu orang orang Wakanda yang kebanyakan berbicara dalam bahasa Inggris. Walaupun bahasa resmi orang Wakanda, Xhosa, adalah bahasa resmi orang afrika selatan, di film Wakanda Forever bahasa tersebut hanya digunakan untuk sapaan dan obrolan-obrolan yang tak terlalu penting. Tidak seperti di film karya James Cameroon, Avatar: The Way of Water, para penonton tidak pernah secara eksplisit diberi tahu bahwa apa yang mereka dengarkan di film tersebut sudah diterjemahkan.

Segar untuk Dilihat, Mendengar Lebih Banyak Bahasa

Di Avatar, yang mendapat penghargaan Oscar tahun ini sebagai film dengan efek visual terbaik, semua protagonis yang ada berbicara bahasa Na'vi, sebuah bahasa yang digunakan oleh semua spesies di sebuah planet fiksi bernama Pandora.

Kebanyakan dari bahasa tersebut sudah diterjemahkan dalam pikiran naratornya, Jake Sully. Dengan menggunakan trik eksposisi yang cerdik, karakter utama di film tersebut menarasikan bagian awal film tersebut dan menjelaskan bahwa dia mempelajari bahasa alien tersebut secara baik sehingga bahasa tersebut terdengar seperti bahasa Inggris bagi dirinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.