Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar-pasar di Jakarta Harus Terintegrasi

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Pasar-pasar di Jakarta Harus Terintegrasi Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development” di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta, Senin (23/2).

JAKARTA - Pasar di ibu kota belum terintegrasi dengan transportasi dan belum dikelola dengan baik. “Ini menjadi pekerjaan bersama untuk membenahi,” jelas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Senin (23/2).

“Sebenarnya, banyak market di Jakarta yang tidak kalah dengan di luar negeri, termasuk tidak kalah dengan Chatuchak Plaza yang ada di Bangkok maupun Markthal yang ada di Rotterdam. Problemnya adalah belum terintegrasi dan dikelola secara baik, secara internasional,” kata Pramono saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development” di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta, Senin.

Dia mencontohkan Tsukiji Market di Tokyo yang kerap dikunjungi menteri, presiden, perdana menteri serta gubernur untuk duduk santai sambil menikmati sushi, sashimi, dan kopi. Pramono mengakui hal itu belum terwujud di pasar-pasar di Jakarta. Padahal secara kualitas, pasar Jakarta juga dinilai tidak kalah dengan pasar-pasar di luar negeri itu.

Dia pun berharap pasar-pasar di Jakarta bukan hanya sekadar menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga budaya, ruang publik, destinasi wisata, dan sebagainya.

“Itulah yang belum ada di kita. Padahal secara kualitas, apa yang kita lihat di Pasar Santa, misalnya, atau Pecinan Glodok, nggak kalah. Saya mengharapkan suatu hari, walaupun di Pasar Glodok Pecinan itu yang orang asingnya sudah mulai banyak, tapi suatu hari saya berharap ada Gubernur Tokyo makan di situ, ada menterinya, ada parlemennya,” ungkap Pramono.

Untuk itu, menurut dia, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif.

Tak hanya itu, dia juga menginginkan agar kolaborasi terus ditingkatkan dalam pengembangan pasar di Jakarta, salah satunya melalui FGD yang digelar pada Senin, yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.

“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan, hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” ucap Pramono.

Harga-harga

Sementara itu, sejumlah pedagang di pasar kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) mengatakan harga cabai rawit merah mencapai Rp130 ribu per kilogram (kg) pada awal puasa.

“Harga cabai jadi Rp130 ribu, yang sebelumnya Rp100 ribu,” kata pedagang bernama Ahmad saat ditemui di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin. Menurut dia, kenaikan harga itu sudah terjadi sejak perayaan Imlek atau sebelum puasa.

Sementara itu, bawang merah dijual seharga Rp70 ribu per kg, sedangkan bawang putih relatif stabil pada kisaran Rp50 ribu per kg.

Di sisi lain, harga cabai rawit merah di Pasar Minggu menembus Rp140.000 per kg, naik dari kisaran normal Rp90.000 hingga Rp100.000 per kg sebelum puasa.

Salah satu pedagang, Sarjono mengatakan lonjakan harga itu terjadi sejak awal puasa lantaran faktor cuaca. “Kenaikan dipicu faktor cuaca. Musim hujan membuat petani tidak memanen karena risiko kerusakan, sehingga pasokan berkurang, sementara permintaan pasar tetap tinggi,” ucap Sarjono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.