Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Dinilai Tidak Patuh pada Presiden

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Mendag Dinilai Tidak Patuh pada Presiden Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan.

YOGYAKARTA - Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, yang membuka opsi impor beras di saat masa panen, dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pekan lalu meminta jajarannya menjaga harga di tingkat petani tidak jatuh saat masa panen.

"Pernyataan Mendag tersebut dinilai sengaja untuk menjatuhkan harga di tingkat petani," kata pengamat dari Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) DIY, Aditya Hera Nurmoko, saat dihubungi Koran Jakarta, Kamis (16/3).

Aditya mengatakan dalam situasi panen raya seperti hari ini seharusnya seorang menteri sebaiknya membuat pernyataan yang menenteramkan petani, bukan sebaliknya, malah membuat khawatir petani.

"Pesan Presiden Jokowi jelas, jaga harga di tingkat petani. Presiden Jokowi dua kali ke sawah, ke Jabar dan ke Kebumen bareng Menhan Prabowo dan Gubernur Jateng Ganjar, belum lama ini. Menteri harus bisa membaca maunya Presiden, bukan sebaliknya," kata Aditya.

Benar bahwa pemerintah perlu cadangan pangan yang cukup, namun semestinya Badan Pangan yang membuat pernyataan karena akan dimulai dari bagaimana menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional. Jangan sampai solusi mudah seperi impor diutamakan dan mengalahkan produksi nasional.

"Seharusnya Badan Pangan atau Kementan yang bikin statemen soal keamanan cadangan pangan kita. Perspektifnya produksi jangan dagang," tandas Aditya.

Langkah Konkret

Ada beberapa langkah konkret yang diusulkan Aditya agar Indonesia benar-benar bisa terbebas dari impor. Karena dari sisi lahan sebenarnya masih mencukupi dan sudah dilindungi dengan UU Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (Perlintan).

Pertama, tambah Aditya, meningkatkan produksi beras di dalam negeri dengan cara meningkatkan produktivitas, memperbaiki sistem irigasi, memberikan dukungan teknologi, pupuk, dan benih unggul, dan subsisdi kepada petani.

"Masalah pupuk juga sudah di-highlight sama Presiden. Mendag bisa itu terlibat dalam memperbaiki perdagangan pupuk," kata Aditya.

Kedua, tambah dia, Kemendag juga bisa terlibat dalam mengoptimalkan pengelolaan stok beras yang ada, termasuk meningkatkan efisiensi penyaluran beras kepada masyarakat, pengawasan terhadap penyimpangan, dan memperbaiki sistem cadangan beras nasional.

"Mengingat pedagang beras besar di pasar induk kan diawasi sama Kemendag dan disperindag daerah," jelas Aditya.

Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, Mendag membuka opsi impor beras dari India guna mencukupi kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). "Maksud saya beli dulu, nanti masuknya setelah panen raya tidak apa-apa. Jadi Bulog punya stok, tapi di India," katanya dalam acara Seminar Nasional Nagara Institute di Jakarta, Kamis.

Usulan untuk impor beras dari India tersebut, diakui Mendag muncul usai kunjungan kerjanya di India beberapa hari lalu. Menurutnya, persoalan pangan merupakan masalah serius yang harus disiapkan sejak jauh-jauh hari. Impor beras bisa menjadi opsi jika pada musim panen raya ini Bulog tidak mampu memenuhi kecukupan stok CBP

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.