Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan IKN Nusantara Akan Optimalkan Komponen Dalam Negeri

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Pembangunan IKN Nusantara Akan Optimalkan Komponen Dalam Negeri Doc: ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
Ket. PEMBANGUNAN DI IKN I Pekerja melintas di lokasi proyek pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (IKN), di Kalimantan Timur, belum lama ini.

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) siap mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"TKDN itu penting dan ini kita akan gunakan semaksimal mungkin. Optimalkan pemanfaatan tidak hanya material, namun juga sumber daya-sumber daya lokal," ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (15/3).

Maka dari itu, lanjut Ali, kata kunci transfer teknologi dan pengetahuan menjadi hal sangat penting. Hal ini disebabkan terkait dengan modernisasi proyek-proyek yang harus ada pembangunan hardware seperti pembangunan fisik gedung dan sebagainya, serta harus ada pembangunan software seperti teknologi yang menghubungkan gedung dan bangunan-bangunan fisik tersebut agar lebih efisien dan efektif.

Selain itu, dalam pembangunan IKN juga harus ada pembangunan brainware atau kapasitas SDM dan kapasitas baik pebisnis, unit usaha dan industri harus naik kelas.

"Ini yang harus kita manfaatkan momentum IKN sebagai momentum transformasi berbudaya, bekerja, dan living," kata Ali.

Ali menambahkan Otorita IKN juga mengoptimasikan tenaga kerja dan sumber daya lokal, namun untuk material juga didatangkan dari wilayah-wilayah dalam negeri yang bertetangga dengan IKN seperti Sulawesi.

Selama pembangunan IKN secara otomatis aktivitas ekonomi mengalami peningkatan, sehingga pembangunan IKN memberikan peluang tidak hanya bagi masyarakat lokal di sekitar IKN, namun juga menggerakkan perekonomian seluruh Indonesia.

"Ini yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, bagaimana amanat membangun IKN sebagai kota yang berkelanjutan, berketahanan, hijau, pintar, dan inklusif benar-benar bisa kita wujudkan," ujar Ali seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara membuka lapangan kerja.

Koordinator V LPJK Kementerian PUPR, Manlian Ronald A. Simanjuntak, mengatakan TKDN ini betul-betul diperjuangkan supaya sepenuhnya (fully) 70 persen sampai 80 persen ada di Indonesia. Strateginya adalah yang pertama LPJK mendorong mulai dari tenaga kerja konstruksi, kemudian aplikator, material, badan usaha termasuk penyedia jasa memastikan sumber daya manusianya berasal dari Indonesia.

Sedangkan urusan material, bagaimana ketersediaan material lokal. Kalaupun ada material dari luar negeri maka diusahakan pabrikannya dihasilkan di Indonesia, termasuk peralatan, perakitan sampai dengan ketersediaan suku cadang dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.