Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Serukan ByteDance Jual Saham TikTok, Jika Tidak ...

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Serukan ByteDance Jual Saham TikTok, Jika Tidak ... Doc: istimewa
Ket. Ilustrasi - Aplikasi TikTok dengan latar belakang bendera AS dan Tiongkok.

SAN FRANSISCO - Pemerintah AS mengatakan kepada ByteDance untuk menjual sahamnya di TikTok atau perusahaan itu akan dilarang, Wall Street Journal melaporkan pada Rabu (15/3).

Kekuatan Barat, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah mengambil pendekatan yang semakin keras terhadap aplikasi tersebut. Karena muncul kekhawatiran bahwa data pengguna dapat digunakan atau disalahgunakan oleh para pejabat Tiongkok.

Kekhawatiran meningkat awal tahun ini setelah balon mata-mata Tiongkok ditembak jatuh di wilayah udara AS.

Gedung Putih pekan lalu menyambut baik RUU yang memungkinkan Presiden Joe Biden melarang TikTok, kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan.

RUU bipartisan "akan memberdayakan pemerintah Amerika Serikat untuk mencegah pemerintah asing tertentu mengeksploitasi layanan teknologi ... dengan cara yang menimbulkan risiko terhadap data sensitif orang Amerika dan keamanan nasional kita," kata Sullivan.

RUU Senat dan dukungan Gedung Putih mempercepat momentum politik melawan TikTok, yang juga menjadi target legislasi terpisah di DPR AS.

Bersikap keras pada Tiongkok adalah salah satu masalah langka yang didukung dua partai di di DPR dan Senat yang dikelola Partai Republik, di mana Partai Demokrat Biden memegang mayoritas.

TikTok mengklaim memiliki lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia termasuk lebih dari 100 juta pengguna di AS. Aplikasi media sosial ini telah menjadi kekuatan budaya, terutama bagi kaum muda.

Para aktivis berpendapat, larangan di media sosial akan menjadi serangan terhadap kebebasan berbicara, dan menghambat ekspor budaya dan nilai-nilai Amerika ke pengguna TikTok di seluruh dunia.

Pekerja pemerintah AS pada Januari dilarang memasang TikTok di perangkat mereka.

Pegawai negeri di Uni Eropa serta Kanada juga dilarang memiliki TikTok di ponsel mereka.

Menurut laporan Journal, ultimatum kepada TikTok datang dari badan AS yang bertugas menilai risiko investasi asing terhadap keamanan nasional.

Pejabat AS serta TikTok menolak mengomentari laporan tersebut.

TikTok secara konsisten membantah berbagi data dengan pejabat Tiongkok, dan mengatakan telah bekerja sama dengan AS selama hampir dua tahun untuk mengatasi masalah keamanan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

53 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.