Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Antrean Panjang, Kemenhub Siapkan Pelabuhan Ciwandan Antisipasi Kepadatan di Merak

📅 Senin, 13 Mar 2023, 18:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Antrean Panjang, Kemenhub Siapkan Pelabuhan Ciwandan Antisipasi Kepadatan di Merak Doc: ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Ket. Tangkapan layar-Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam konferensi pers "Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2023" yang dipantau melalui akun YouTube Ditjen Perhubungan Darat pada Senin (13/3/2023).

Jakarta - Cegah antrean panjang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengoperasikan Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada masa angkutan Lebaran 2023 untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno menyatakan salah satu alasannya ialah tingginya prediksi pemudik pada Lebaran 2023 ini sebagaimana hasil survei dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT).

"Dengan tingginya prediksi tingginya peningkatan arus mudik tahun ini yang surveinya cukup tinggi, maka harus ada langkah-langkah yang luar biasa dan manajemen mudik tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin," ujar Hendro saat konferensi pers "Mudik Gratis Angkutan Lebaran 2023" yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

"Maka, salah satu upaya mengantisipasi itu, nanti kami akan menggunakan ini khusus penyeberangan, menggunakan Pelabuhan Ciwandan. Ciwandan itu bukan pelabuhan alternatif untuk mudik tetapi pelabuhan yang digunakan bersama-sama saat pelaksanaan arus mudik," lanjut dia.

Ia menjelaskan nantinya lintasan yang akan dilayani, yakni dari Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Bakauheni disiapkan sebanyak 12 unit kapalroll-on/roll-offatau Ro-Ro dari lintas Merak-Bakauheni.

Kemudian, lintasan Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Panjang, Bandarlampung disiapkan tiga kapal besar, satu dari PT Pelni dan dua dari PT ALP.

"Ciwandan nanti akan disiapkan 12 kapal Ro-Ro yang dari Ciwandan ke Bakauheni dan disiapkan tiga kapal besar yang melayani dari Ciwandan ke Panjang di Bandarlampung, yaitu satu dari Pelni dan dua dari PT ALP," kata Hendro.

Lebih lanjut, ia mengatakan pengoperasian Pelabuhan Ciwandan akan diprioritaskan untuk sepeda motor dan truk yang diperbolehkan beroperasi selama masa angkutan Lebaran 2023.

"Dengan pembagian itu mudah-mudahan nanti di penyeberangan dapat terbagi dengan baik dan khusus untuk sepeda motor agar sepeda motor itu dapat terlayani dengan baik dan tidak campur dengan kendaraan-kendaraan lain maka sepeda motor nanti akan diarahkan melalui Pelabuhan Ciwandan dan truk-truk yang boleh beroperasi nanti juga diarahkan ke Ciwandan," tuturnya.

Namun, kata dia, tidak tertutup kemungkinan kendaraan-kendaraan lain bisa melalui Pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni maupun Pelabuhan Panjang.

"Tetapi yang lain juga bisa menggunakan Pelabuhan Ciwandan untuk pergerakan ke Bakauheni maupun ke kalau mau langsung ke Panjang, Bandarlampung juga bisa," ujar Hendro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.