Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Luar Biasa! Kecintaan pada Kucing Bisa Pacu Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 20:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Saat ini, keluarganya merawat tiga ekor kucing, menghabiskan rata-rata 20.000 yen (2,2 juta rupiah) untuk makanan, pengelolaan kotorannya, dan produk pembersih. Ketika dia perlu membawa anak-anak kucing itu ke dokter hewan, pengeluarannya menjadi dua kali lipat lebih banyak.

Melebihi biaya medis, biaya sewa adalah yang paling mengganggu Conrado. Banyak pemilik properti menerima kehadiran hewan peliharaan, namun mengenakan biaya tambahan untuk itu.

"Tapi setiap sen yang kami keluarkan setimpal dengan hidup bersama kucing kami dalam damai," kata dia.

Industri Terkait Kucing

Perusahaan keuangan R&C Co mewawancarai 3.000 pemilik kucing pada akhir Desember 2022 dan menemukan bahwa rata-rata biaya perawatan hewan adalah 2,64 juta yen (27,7 juta rupiah) selama 15,6 tahun hidup berdasarkan rata-rata yang diperkirakan oleh Asosiasi Makanan Hewan Peliharaan Jepang.

"Dengan penelitian ini, kami ingin membantu mengurangi jumlah kucing yang terlantar karena alasan ekonomi. Dengan mengetahui pengeluaran yang harus disiapkan, orang-orang bisa secara sadar memutuskan apakah akan memelihara hewan tersebut atau tidak," kata dia.

Menurut Sumire Shimizu, yang paling mempengaruhi "nekonomic" bukanlah kepemilikan hewan, namun industri yang memanfaatkan kegemaran tak bersyarat orang-orang terhadap kucing untuk meraup untung dari situ.

Sumire menyukai anjing berukuran besar, namun karena tidak mungkin memeliharanya di apartemennya di Tokyo, dia akhirnya mengadopsi Harumaki dan Dorayaki, dua kucing yang dia namai berdasarkan makanan Jepang.

Kucing-kucing pertama di Jepang diyakini didatangkan dari Tiongkok selama periode Nara (abad ke-8) untuk memburu tikus. Dari periode Heian, yakni abad ke-8 hingga ke-12) mereka mulai dianggap sebagai hewan peliharaan, yang digambarkan dalam karya Ukiyo-e dan sastra klasik Jepang, seperti novel I Am a Cat yang ditulis Natsume Soseki.

Pada saat yang sama, anjing-anjing pertama juga tiba di Jepang dari ras Chin, dibawa sebagai hadiah dari penguasa Korea. Karena ukuran tubuhnya yang kecil dan sifatnya yang ramah, anjing segera menjadi hewan peliharaan rumahan.

Meskipun anjing telah kehilangan tempat di rumah-rumah kucing ini, anjing masih dipuja karena masa lalunya yang gemilang seperti yang terlihat pada patung di samping samurai terakhir Saigo Takamori atau kesetiaan luar biasa yang ditunjukkan oleh Hachiko, yang kisahnya diabadikan menjadi sebuah film dan dijadikan patung di stasiun kereta Shibuya di Tokyo. Di situlah Hachiko menunggu pemiliknya yang telah meninggal selama sembilan tahun.

Namun Yoichiro Matsushita tetap lebih menyukai kucing meski karakternya yang pemberontak dan mandiri. "Saya juga tidak terbebani untuk membawa mereka pergi jalan-jalan," kata dia.

Kucing pertama yang dia miliki adalah kucing terlantar yang diselamatkan istrinya di luar toko seorang kenalannya 40 tahun yang lalu. Setelah itu, setiap kali kucingnya mati, seseorang akan membawakan penggantinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.