Luar Biasa! Kecintaan pada Kucing Bisa Pacu Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen
📅 Minggu, 12 Mar 2023, 20:41 WIB | Oleh: Tim RedaksiKebijakan pembatasan Covid yang melonggar dan kenaikan harga produk dan tarif energi di Jepang semestinya juga berdampak pada 'nekonomic', namun masih terlalu dini untuk mengukur seberapa besar dampaknya.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah jumlah pecinta hewan peliharaan di Jepang akan selalu meningkat. Entah itu anjing atau kucing, pilihannya banyak dipengaruhi oleh ruang dan waktu yang tersedia untuk perawatannya.
Dalam penelitian tersebut, Miyamoto mencantumkan sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa orang Jepang lebih menyukai kucing. Di antaranya, semakin banyak orang pindah ke apartemen yang padat dan tidak mengizinkan anjing, namun mengabaikan keberadaan kucing. Itu karena kucing lebih mudah dirawat dan membutuhkan lebih sedikit perhatian tanpa harus mengajak mereka jalan-jalan.
Namun, tidak semua jenis kucing diterima dengan baik. Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, ada 10.000 ekor kucing yang diambil dari pemiliknya untuk diadopsi pada 2020.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lembaga swadaya masyarakat TNR Felinos Japan, yang didirikan oleh Elen Tanaka dan Cássio Silva, di Iwata, Provinsi Shizuoka, mengukur tingkat pengabaian ini. Mereka memantau peningkatan koloni kucing, termasuk keberadaan hewan peliharaan dengan kucing kampung liar.
Setelah awalnya begitu antusias, banyak orang menyerah memelihara kucing karena menyadari bahwa itu membutuhkan kerja keras dan biaya. Pada akhirnya mereka menelantarkan hewan-hewan tersebut, sehingga akhirnya dialihkan ke orang-orang yang berdedikasi menampung kucing-kucing itu.
Cássio mengatakan dana operasional organisasinya telah meningkat pesat. Dia dan istrinya saat ini membayar sekitar 130.000 yen (14,6 juta rupiah) untuk menyewa dua properti: yang satu menjadi rumah mereka dan yang satunya lagi untuk menampung 100 kucing yang mereka rawat dan sterilisasi sambil menunggu adopsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biaya sewa adalah komponen terkecil untuk menampung kucing sebanyak itu. Selain menyita gaji Cássio yang bekerja di pabrik suku cadang mobil, inisiatif mereka ini menyita banyak waktu istrinya, Elen, untuk merawat mereka karena banyak yang datang dengan kondisi lemah dari jalanan.
Pada akhirnya, mereka menghabiskan 680.000 yen (76,6 juta rupiah) per bulan yang harus ditutupi dengan beragam upaya mulai dari kampanye hingga donasi dari teman-teman baik dan yang mendukung perjuangan mereka.
"Ketika saya meninggalkan Brazil 22 tahun yang lalu, tujuan saya adalah untuk bekerja dan mengumpulkan uang, tapi ternyata kami mengumpulkan kucing! Saat ini, merekalah yang membuat hidup kami bermakna," kata Cássio.
Bagi orang-orang yang mengaku berpikiran sama, menyukai binatang saja tidak cukup sebagai modal untuk memeliharanya. Kalau tempat tinggal calon pemiliknya tidak memungkinkan keberadaan kucing, maka pengajuan adopsi akan ditolak.
Ada juga masa komitmen dan beragam prosedur untuk mencegah hewan tersebut dikembalikan atau ditelantarkan lagi.
Conrado Areco Borelli lolos seleksi dan berhasil mengadopsi kucing yang dia beri nama Tigrão dan Pompom.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!