Luar Biasa! Kecintaan pada Kucing Bisa Pacu Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen
📅 Minggu, 12 Mar 2023, 20:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/TORU YAMANAKA
TOKYO - Menurut Katsuhiro Miyamoto, seorang profesor emeritus di Univesitas Kansai, fenomena yang dia sebut sebagai "nekonomic" atau efek ekonomi kucing ini telah memutar uang sekitar 1,9 triliun yen atau 223,9 triliun rupiah pada 2021.
Nilai yang tinggi itu, menurut survei, memperhitungkan pengeluaran untuk makanan, kebutuhan pokok dan perawatan hewan, serta proyek-proyek yang dihasilkan oleh kecintaan orang Jepang terhadap kucing.
Bahkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan di rumah pun sering pergi ke kafe dan tempat wisata bertema kucing hanya untuk memotret dan menyentuh kucing.
Di Jepang, suara kucing ketika mengeong ditirukan berupa "nyan nyan nyan", yang terdengar seperti ni (yang berarti angka dua dalam bahasa Jepang).
Berdasarkan permainan kata-kata dan saran dari industri makanan hewan, pada 1987 telah ditetapkan bahwa 22 Februari menjadi Hari Kucing. Ini memberi satu alasan lagi untuk meningkatkan "nekonomi".
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi banyak orang Jepang, mengabaikan tatapan tajam dan dengkuran kucing sama susahnya dengan menolak segudang barang-barang lucu dari industri kucing pada saat ini.
Menurut Asosiasi Makanan Hewan Peliharaan Jepang, popularitas kucing telah meningkat selama lebih dari dua dekade. Pandemi pun membuat orang-orang lebih menyukai kucing karena terpaksa mengisolasi diri di rumah.
Populasi kucing mencapai rekor pada 2021, bertambah sekitar 489.000 ekor lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga jumlah total kucing di Jepang menjadi sekitar 8,94 juta ekor (dibandingkan dengan 7,1 juta ekor anjing).
Sebaiknya Anda baca juga:
Profesor Miyamoto mengalikan jumlah itu dengan pengeluaran bulanan rata-rata sebesar 8.460 yen atau 966.000 rupiah yang masuk ke negara itu untuk makanan dan perawatan dasar setiap ekor kucing. Jumlah keseluruhannya menapai 911,58 juta yen per tahun atau sekitar 103,6 miliar rupiah.
Itu belum termasuk efek domino dari seluruh rangkaian dari apa yang dihasilkan oleh pariwisata domestik kucing, sehingga totalnya mencapai sekitar hampir 2 triliun yen (225,38 triliun rupiah.
Sebagai perbandingan, "nekonomic" pada tahun 2021 sedikit lebih tinggi dibandingkan dana yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 yang diperkirakan sebesar 1,69 triliun yen (sekitar 190,4 triliun rupiah).
Profesor Miyamoto mengingatkan bahwa biaya memelihara kucing relatif murah bagi sebuah keluarga, namun bagi orang-orang Jepang itu sangat berarti. "Artinya, akumulasi jumlah yang kecil dari setiap keluarga berkontribusi bagi perekonomian Jepang, itu adalah mesin yang menggerakkan seluruhnya," kata Miyamoto.
Asosiasi Makanan Hewan Jepang mengatakan bahwa orang-orang mengalami kecemasan dan stres ketika terpaksa harus karantina dan bekerja dari rumah untuk waktu yang lama.
Ketika tinggal bersama hewan peliharaan, pikiran mereka lebih tenang dan komunikasi dalam keluarga mereka membaik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!