Kebaya: Warisan Banyak Budaya di Asia Tenggara yang Jadi Simbol Pemberontakan Sekaligus Pemberdayaan Perempuan
📅 Minggu, 12 Mar 2023, 20:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kebaya dari tahun 1900-an hingga 1960-an sangat bagus. Bahannya tidak mudah didapatkan sehingga kainnya harus tahan lama," ujar dia.
Sopingi kini telah mengoleksi lebih dari 200 kebaya, beberapa di antaranya dipinjam oleh museum di seluruh Asia tenggara.
Stacy Stube juga terinspirasi oleh para pengrajin Asia tenggara. Dia ingin mengikuti jejak nenek buyutnya, jadi dia kembali ke Indonesia selama tiga tahun setelah kuliah di London College of Fashion.
Dia memulai perjalanan fesyennya di Indonesia dengan motif batik warna-warni, benang metalik pada songket, dan kain tenun ikat. Namun siluet kebaya-lah yang menarik imajinasi Stube hingga menginspirasi koleksinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Stube bekerja sama dengan para pengrajin Indonesia untuk menguasai desain kebaya, mempelajari cara-cara membuat pola, mengikuti teknik menjahit kebaya, dan menjahitnya menggunakan mesin jahit pedal tradisional.
Namun dia lebih banyak memahami bagaimana menyempurnakan potongan dari kebaya.
"Saya pernah ada di lingkungan 'seberapa cepat kita bisa membuat sesuatu?'," kata Stube. "Kami kehilangan koneksi kami untuk menciptakannya dan kehilangan diri kami sendiri sebagai pembuatnya. Sangat menyenangkan bahwa saya memilih memperlambat [prosesnya] untuk membuat sesuatu yang penting bagi saya dan kemudian saya akan memakanya. Hubungan ini, komunitasnya, dan bagaimana kami duduk bersama sangat penting."
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski telah berusia berabad-abad, kebaya telah menunjukkan bahwa dia selalu mendapat tempat di hati dan di lemari pakaian orang-orang di Asia tenggara. BBC/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!