Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Makin Banyak, LKPP: Jumlah Produk Katalog Elektronik Capai 3,4 Juta

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 18:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Makin Banyak, LKPP: Jumlah Produk Katalog Elektronik Capai 3,4 Juta Doc: ANTARA/HO LKPP
Ket. Plt Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP Yulianto Prihandoyo.

Jakarta - Keren makin banyak. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat jumlah produk tayang pada katalog elektronik atau e-Katalog mencapai 3,4 juta produk hingga menjelang akhir triwulan I tahun 2023.

Per 7 Maret 2023, tercatat nilai transaksi atas produk yang tayang telah mencapai sebesar Rp35,36 triliun, naik signifikan dibandingkan capaian nilai transaksi pada triwulan I tahun 2022 sebesar Rp12,03 triliun.

"LKPP optimis bahwa target 5 juta produk tayang pada katalog elektronik akan tercapai di akhir 2023," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital Yulianto Prihandoyo dalam keterangan, di Jakarta, Jumat.

Yulianto juga berharap nilai transaksi akan terus meningkat seiring dengan progres penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Ia menegaskan katalog elektronik bukan hanya milik LKPP atau pemerintah, namun juga untuk kepentingan bersama.

Penyedia berkepentingan menjual barang, sementara kementerian/lembaga/pemerintah daerah berkepentingan membeli barang, dan masyarakat juga punya kepentingan untuk mengawas proses pengadaan yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Lebih lanjut, Yulianto mengatakan sektor yang berkontribusi besar dalam capaian transaksi salah satunya adalah sektor konstruksi.

"Yang paling berkontribusi dalam capaian transaksi ini ada di sektor konstruksi, bukan hanya dari (Kementerian) PUPR namun juga di daerah melalui katalog elektronik lokal," katanya pula.

Yulianto menuturkan meski sektor konstruksi bukan barang baru dalam katalog elektronik, namun saat ini produk yang ditayangkan jauh lebih beragam dibandingkan ketika awal diinisiasi pada tahun 2015.

Adapun produk konstruksi yang transaksinya paling banyak dan belanjanya tergolong mudah di katalog saat ini adalah pekerjaan pembangunan jalan.

Kendati pencapaian tersebut bukan tanpa kendala, Yulianto mengakui masih ada beberapa kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang ragu untuk melakukan transaksi melalui katalog elektronik terutama pada sektor konstruksi.

Oleh karena itu, LKPP mengajak K/L/PD yang telah berhasil melakukan pengadaan konstruksi melalui katalog elektronik untuk berbagisuccess storykepada K/L/PD lain.

Hal ini diyakini Yulianto dapat menumbuhkan kepercayaan bagi K/L/PD yang akan bertransaksi melalui katalog elektronik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.