Waspadai Penurunan Hasil Panen Gabah
📅 Senin, 06 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiBiaya produksi musim ini memang ada peningkatan, seiring dengan peningkatan harga pupuk dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Kunci SPHP itu, papar Qomar, tergantung pada kemampuan serapan. Hal itu juga terkait dengan harga yang pemerintah tetapkan untuk membeli ke petani. Makanya, SPI merekomendasikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) 5.600 rupiah per kilogram (kg) agar bisa memberi untung ke petani karena biaya produksi saat ini sudah mencapai 5.050 rupiah per kilogram.
Jika tidak, Bulog bisa kalah bersaing dengan swasta sehingga bisa mengancam persediaan untuk SPHP.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras pada 2023 sebesar 1-1,5 juta ton, atau persisnya sebesar 1,2 juta ton. Jumlah itu merujuk pada volume operasi pasar beras 2022.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rata-rata pasokan 100 ribu ton per bulan. Dua bulan terakhir ini sudah hampir 400 ribu ton atau lebih 200 ton. Hal itu sesuai kondisi lapangan karena pada Januari hingga Februari harga beras masih tinggi. "Panen raya juga belum serempak sehingga pengeluaran SPHP beras masih cukup tinggi," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, pekan lalu.
Selain menargetkan SPHP beras pada 2023 sebesar 1,2 juta ton, Bapanas juga menargetkan stok akhir yang dikuasai Bulog sebesar 1,2 juta ton. Artinya, Bapanas mengharapkan Bulog bisa mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) 2,4 juta ton.
"Kami belajar dari pengalaman akhir 2022. Bagaimana pemerintah dalam hal ini Bulog, hanya memiliki cadangan 400 ribu ton. Secara psikologis, pasar bisa melihat pemerintah tidak punya stok sehingga harga menjadi tinggi," kata Maino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!