Waspadai Penurunan Hasil Panen Gabah
📅 Senin, 06 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/FAUZAN
» Bulog diharapkan bisa mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) 2,4 juta ton.
» Biaya produksi musim ini meningkat seiring kenaikan harga pupuk dan harga BBM.
JAKARTA - Pemerintah diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya penurunan stok hasil panen gabah pada musim panen tahun ini. Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, Minggu (5/3), mengatakan saat ini harga beras di pasaran cenderung akan turun karena sebentar lagi petani akan memasuki panen raya.
Namun demikian, ada kemungkinan panen raya periode sekarang hasilnya kurang baik akibat banjir dan banyak hujan sehingga pengeringan padi untuk digiling menjadi beras tidak optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ada kemungkinan hasil panen raya pada musim panen raya kali tidak begitu bagus. Rendemen secara umum bisa turun karena gabah kering susah dioptimalkan. Ini yang harus dicermati bersama-sama baik oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan juga Bulog yang diserahi tugas untuk menyerap beras petani," kata Dwijono.
Berkaitan dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras pada intinya, menurut Dwijono, adalah bagaimana kepentingan petani dan konsumen bisa diseimbangkan.
"Jangan sampai salah satu dikalahkan," katanya. Untuk itu, secara teknis, penyerapan beras untuk SPHP harus kualitas premium lebih banyak daripada kualitas medium. Tujuannya adalah harga di level petani tidak terganggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Terakhir, jangan sampai ada pemborosan di Gudang Bulog yakni beras rusak dan tidak bisa dijual ke pasar lagi," kata Dwijono.
Pengamat ekonomi, Nailul Huda, mengatakan tentu kebijakan SPHP juga perlu didorong untuk memenuhi pasar komoditas beras nasional. "Harapannya adalah harga akan menurun seiring dengan banjirnya produk di lapangan," ungkapnya.
SPHP, jelasnya, perlu digencarkan lagi terutama di pasar pasar tradisional. Badan Pangan Nasional harus gencar melakukan langkah tersebut untuk membanjiri pasar. Selain itu, pihak swasta perlu didorong untuk membanjiri gerai modern. Tercatat beberapa hari ini ada pembatasan pembelian beras medium ukuran lima kilogram (kg) di beberapa minimarket.
Teknis Pembelian
Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan target Bapanas itu bisa tercapai karena produksi memang tak ada kendala, tetapi untuk serapan, sangat bergantung harga dan teknis pembelian, termasuk spesifikasi dan transportasi.
Harga, katanya, beberapa bulan terakhir memang relatif lebih tinggi daripada sebelum nya. Sebenarnya, bukan harga yang mahal, tetapi lebih karena harga sebelumnya yang terlalu murah, apalagi dibandingkan biaya produksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!