Klarifikasi Ketua Umum Ikabaya dan Mantan Ketua Umum Himapalas: Berita Skandal Himapalas dan Ketua Umum Ikabaya Tidak Benar
📅 Senin, 06 Mar 2023, 22:59 WIB | Oleh: Yohanes Abimanyu"Kami membenarkan pernah, bahkan sering melakukan aksi demonstrasi yang berkaitan dengan isu-isu Kabupaten Padang Lawas. Hal tersebut adalah hal yang wajar bahkan kebolehannya dijamin oleh UU Nomor 9 tahun 1998," tutur Zulsaddam.
Menurut Zulsaddam, perihal demo bayaran tidaklah benar, pihaknya menduga tuduhan tersebut sebagai bentuk cara untuk membungkam dan bentuk alergi dengan suara-suara kritis Pemuda dan Mahasiswa khususnya yang tergabung dalam Himapalas Jabodetabek.
"Tuduhan yang mengatakan Muhammad Zulsaddam Nasution dimarahi dan dimakzulkan oleh senior Himapalas Jabodetabek Hasan Hasibuan dan Najib Syaiful selaku Ketua Ikabaya sekaligus penasehat Himapalas Jabodetabek tidaklah benar," papar Zulsaddam.
Menurut Zulsaddam, pihaknya mengundurkan diri dari Ketua Himapalas Jabodetabek, tentu dengan alasannya sendiri. Sedikit ada perbedaan pendapat antara pengurus, senior dan penasehat dengan ketua pada saat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Namun tidak mengurangi keharmonisan kami sampai sekarang sebagai bukti bahwa kami baik-baik saja dan berjiwa besar," tambahnya.
Dikatakan Zulsaddam, pihaknya tidak pernah bersentuhan dengan kasus hukum apapun, baik pidana dan perdata.
"Sehingga kami kira tidak ada celah bagi Sutan Ali Harahap untuk memfitnah kecuali dengan cara-cara verbal seperti yang ia sebutkan," pungkasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti diketahui, Ikabaya Jakarta dan Sekitarnya didirikan pada tahun 1967, bersifat kekeluargaan yang bersendikan "Dalihan Na Tolu," sesuai agama, adat dan budaya masyarakat Padang Lawas. Bertujuan untuk mewujudkan terciptanya kerukunan antara sesama anggota baik dalam suka maupun duka.
Pada saat ini lebih dari 800 keluarga menjadi anggota Ikabaya yang tersebar di wilayah Jakarta dan Sekitarnya. Ikabaya tidak berafliasi dengan organisasi politik manapun dan tidak mempunyai kepentingan politik di Kab. Padang Lawas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!