Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klarifikasi Ketua Umum Ikabaya dan Mantan Ketua Umum Himapalas: Berita Skandal Himapalas dan Ketua Umum Ikabaya Tidak Benar

📅 Senin, 06 Mar 2023, 22:59 WIB | Oleh:

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Padang Lawas (HIMAPALAS) Jabodetabek Hasan Ashari Hasibuan pihaknya menjabat sebagai Ketua Himapalas Jabodetabek Periode 2012-2014 dan juga menduduki berbagai posisi dalam kepengurusan Ikabaya Jakarta sejak tahun 2016-2020 dan saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Ikabaya Jakarta dan Sekitarnya.

"Milad Ikabaya ke 50 diadakan pada tanggal 26 Pebruari 2017, adapun Panitia Pelaksana Milad sebagian besar adalah Himapalas dan saya menduduki posisi Koordinator Acara," papar Hasan.

Hasan menambahkan dari Laporan Pertanggungjawaban Milad Ikabaya ke 50 tersisa anggaran sebesar Rp.4.948.000.

"Saya dan adik-adik Panitia dari Himapalas, berinisiatif memakai sisa anggaran sebesar kurang lebih Rp.2.000.000, untuk pengecatan Sekretariat Himapalas di Gang Dahu," ungkap Hasan.

Dikatakan Hasan, Ketua Panpel tidak setuju atas penggunaan uang tersebut sehingga ia dan adik-adik Himapalas patungan untuk mengembalikannya kepada ketua pelaksana secara tunai.

"Beberapa hari setelah pengembalian uang tersebut, Ketua Panitia pelaksana mendatangi Sekretariat Himapalas dan menyerahkan kembali uang tersebut kepada saya dan adik-adik mahasiswa," ucap Hasan.

Hasan menambahkan, inilah kronologis yang terjadi sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pihaknya beserta adik-adik mahasiswa menyatakan persoalan ini sudah dianggap selesai dan pengembalian uang kepadanya dan adik-adik mahasiswa sebagai pertanda menyetujui pemakaian uang tersebut.

"Bahwa Laporan Pertanggungjawaban Milad ke 50 Ikabaya sudah diterima dan disetujui Pengurus dan Dewan Hatobangon Ikabaya. Jadi tidak benar, saya dan adik-adik Mahasiswa Himapalas, menilap apalagi memakai istilah korupsi," tutur Hasan.

Hasan menjelaskan bahwa benar adanya, rumah yang beralamat di Gang Dahu tersebut adalah Sekretariat Himapalas pada tahun 2012-2018 sekaligus rumah singgah Pengurus dan anggota Himapalas.

"Dengan pemberitaan tersebut, jelas merugikan dan mencemarkan nama baik saya," ungkap Hasan.

Sementara itu, Mantan Ketua Himapalas periode 2016 - 2018, Muhammad Zulsaddam Nasution juga menanggapi dan mengklarifikasi berita yang telah dibuat akun Facebook atas nama Sutan Ali Harahap pada halaman pribadinya yang berjudul "Agen Perubahan atau Kucluk Penguasa?"

"Maka kami sampaikan pernyataan Postingan di akun Facebook Sutan Ali Harahap yang berjudul "Agen Perubahan atau Kucluk Penguasa?" Kami menduga hal tersebut merupakan upaya pencemaran nama baik atau pembunuhan karakter. Sangat disayangkan sempat naik pada beberapa media online seperti Koran Jakarta," kata Zulsaddam.

Zulsaddam menjelaskan perihal narasi-narasi negatif dan tuduhan yang berkaitan dengan pribadi Muhammad Zulsaddam Nasution pada hakikatnya tidak Benar. Sejatinya ia hanyalah seorang mahasiswa yang menjalankan apa yang diyakini sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.