Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Rugikan Negara Rp25 Miliar, Kejati Jateng Tahan Empat Tersangka Kasus Pemberian Fasilitas Kredit Bank BJB

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 18:57 WIB | Oleh:
Diduga Rugikan Negara Rp25 Miliar, Kejati Jateng Tahan Empat Tersangka Kasus Pemberian Fasilitas Kredit Bank BJB Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
Ket. Kejati Jateng menahan empat tersangka perkara dugaan tipikor dalam pemberian fasilitas kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Kantor Cabang Semarang kepada PT Seruni Prima Perkasa pada 2017, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/3).

SEMARANG - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatengmenahanempat tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pemberian fasilitas kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Kantor Cabang Semarang kepada PT Seruni Prima Perkasa pada tahun 2017.

Keempat tersangka yaitu FZ account officer (AO) pada Bank BJB Cabang Semarang, BEA selaku manager bisnis padaBank BJB Cabang Semarang, ARP Pimpinan Cabang (Pinca) Bank BJB Cabang Semarang, dan BW selaku Komisaris PT Seruni Prima Perkasa (PT SPP).

"Penahanan dilakukan setelah keempat tersangka dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum ( Kasi Penkum) Kejati Jateng, Bambang Tedjo M, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/3).

Menurutnya, dalam kasus tersebut kerugian keuangan negara mencapai 25 miliar rupiah, berdasarkan laporan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah No. Pe.03.03/R/LHP-909/PW11/5.2/2022 tanggal 20 Desember 2022.

"Selanjutnya terhadap keempat tersangka dilakukan penahanan rutan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang selama 20 hari terhitung mulai 2 Maret hingga 21 Maret mendatang," katanya.

Adapun modus yang dilakukan tersangka, masing-masing FZ selaku Account Officer, BEAManager Bisnis dan AR Pinca, bertempat di Kantor PT BJB Kantor Cabang Semarang, Jalan Ahmad Yani no. 174 Kota Semarang, secara melawan hukum, telah menyetujui Kredit Modal Kerja Revolving Kredit (KMK/RC) sebesar 17.800.000.000 miliar, dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan, sejak 22 Desember 2017 sampai 22 Desember 2018, dengan menggunakan 14 purchase order yang tidak benar ataufiktif, atas pekerjaan pengadaan sparepart di PT Tanjung Jati B Power Service, Jepara.

Kemudian, saat pengajuan kredit tersebut, para tersangkatanpa melakukan konfrimasi on the spot kepada pihak yang berwenang pada PT Tanjung Jati B, pada Oktober 2017 sampai dengan bulan April 2018.

Sedangkan tersangka BW, Komisaris PT Seruni Prima Perkasa (PT SPP) setelah memperoleh fasilitas kredit dari PT BJB Cabang Semarang, dalam pencairannya PT SPP, bersama-sama dengan tersangka DPW selaku Direktur PT SPP (berkas perkara terpisah dan telah dilimpahkan ke pengadilan) dan tersangka AH (berkas perkara terpisah dan telah dilimpahkan ke pengadilan) selaku Komisaris Utama bersama-sama dengan tersangka MI (berkas perkara terpisah dan telah dilimpahkan ke pengadilan) selaku Procurement Leader pada PT Tanjung Jati B Power Service telah melampirkan copy PO palsu serta daftar supplier yang tidak benar dan saat ini kredit tersebut macet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.