Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengetatan Kebijakan Moneter Global Akan Terus Berlanjut

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pengetatan Kebijakan Moneter Global Akan Terus Berlanjut Doc: DOK KEMENLU
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pengetatan kebijakan moneter global terus berlanjut karena melambatnya laju penurunan inflasi. Hal ini menjadi salah satu dinamika perekonomian global yang perlu dicermati karena dapat memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.

"Pengetatan kebijakan moneter global diperkirakan terus berlanjut seiring penurunan inflasi yang lambat. Selain itu, harga komoditas yang terus turun perlu dicermati," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers bulanan secara daring mengenai hasil rapat Dewan Komisioner OJK, di Jakarta, Senin (27/2).

Seperti dikutip dari Antara, Mahendra mengatakan meski demikian, hingga Februari 2023, stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang terus bertumbuh dari pelaku industri. Hal tersebut telah menyumbang terhadap kinerja perekonomian nasional di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

OJK juga menilai kinerja perekonomian global secara umum di atas ekspetasi, khususnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. "Lebih khusus lagi untuk pasar tenaga kerja yang menunjukkan persisten kuat dan indikator sektor rill lainnya bergerak positif," ujar Mahendra.

Resesi Dapat Dihindari

Selain itu, kata Mahendra, pembukaan kembali ekonomi Tiongkok setelah kebijakan nol Covid-19 memberikan optimisme bahwa resesi ekonomi global dapat dihindari.

Indikator perekonomian domestik juga tetap solid. Mahendra menyebut berbagai indikator terjaganya ekonomi domestik seperti berlanjutnya surplus neraca perdagangan, indeks pembelian barang manufaktur (PMI) yang berada pada zona ekspansif.

"Optimisme konsumsi masyarakat juga terkonfirmasi dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Penjualan Riil," kata Mahendra.

Menurut data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2023 sebesar 123,0, atau lebih tinggi dibandingkan dengan 119,9 pada Desember 2022. Sedangkan, Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 sebesar 213,2, atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Asep Iskandar mewaspadai potensi resesi global yang akan berdampak ke sektor IKNB.

"Terdapat beberapa kemungkinan dampak yang mungkin bisa menjadi peringatan bagi kami di sektor IKNB," ujar Asep dalam acara SPARK Indonesia Banking and Finance Summit 2023 di Jakarta, Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.