Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi Sistem Kesehatan Meliputi Enam Pilar

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 01:20 WIB | Oleh:
Transformasi Sistem Kesehatan Meliputi Enam Pilar Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan transformasi sistem kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat. Transformasi kesehatan yang menjadi pesan Presiden RI, Joko Widodo di sektor kesehatan itu akan meliputi enam pilar persoalan.

"Beliau (Presiden) pesan lakukan transformasi sebesar-besarnya di sistem kesehatan. Saya baru bisa mulai Juni (2022), sekarang sudah 8 bulan, waktu saya 1 tahun 7 bulan," ujar Menkes dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Jakarta, Jumat (24/2).

Dia mengatakan, ada enam pilar transformasi sistem kesehatan yaitu transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan. Dia memastikan transformasi tersebut pada dasarnya untuk masyarakat.

Dia menyebut, adanya revisi Undang-undang Kesehatan merupakan bagian dari upaya transformasi tersebut. Menurutnya, segala perdebatan terkait revisi tersebut harus dikembalikan kepada lingkup masyarakat.

"Semua transformasi kesehatan yang dilakukan dasarnya, prinsipnya, filosofinya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan ke masyarakat. Ide siapa pun, siapa pun yang melakukan, asal meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, itu yang diambil," jelasnya.

Budi menambahkan, filosofi kedua transformasi kesehatan adalah menghadirkan negara dalam proses peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. Hal tersebut tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 dan tidak hanya mencakup Menteri Kesehatan, tapi juga DPR dan Kepala Dinas Kesehatan di daerah.

"Kita harus memastikan tugas pemerintah untuk memerintah. Kalau tidak bisa efektif memerintah, ada masalah," katanya.

Dia mencontohkan, pentingnya transformasi sistem kesehatan salah satunya sebab Indonesia masih kekurangan dokter. Sudah 77 tahun Indonesia merdeka kebutuhan dokter masih belum terpenuhi.

"Ada masalah dengan tata kelola pemerintah tidak bisa menyuplai dan distribusi. Itu masalah dan harus diperbaiki," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.