Pemerintah Terus Optimalkan Rute Perintis Angkutan Laut
📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 08:06 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: ISTIMEWA
Transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antarpulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk memberikan akses angkutan laut yang terbaik, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan layanan bidang transportasi laut ini .
Pembangunan transportasi laut dipastikan akan dikembangkan dengan menggunakan teknologi dalam menghubungkan daerah-daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, yang dihuni beragam suku, agama, ras, maupun bahasa.
Lebih jauh lagi, peran transportasi laut tidak sebatas angkutan penumpang, tetapi juga menjadi infrastruktur penting dalam upaya menggulirkan roda perekonomian nasional. Kapal tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga membawa barang/komoditas dan juga ternak. Sebagai infomasi, sudah jutaan ekor sapi dari NTB dan NTT selama ini diangkut ke Jawa dan Dumai (Sumatera-red).
Intinya, kegiatan strategis di bidang transportasi laut memiliki fokus untuk melayani konektivitas transportasi hingga ke pelosok. Andalannya adalah pelayanan angkutan perintis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan kegiatan strategis Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Laut Tahun Anggaran 2023.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal tersebut berikut perbincangan reporter Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, dengan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Arif Toha Tjahjagama di beberapa kesempatan belum lama ini.
Bisa dijelaskan tentang fokus pelayanan direktorat jenderal perhubungan laut saat ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara umum, angkutan laut memiliki penekanan-penekanan harapan atau tujuan dalam pelaksanaannya. Dan Kemenhub berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan angkutan laut dan mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi mengoptimalkan layanan penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik bidang transportasi angkutan laut ini.
Apa latar belakang pelayaran angkutan laut perintis?
Latar belakang mengapa Kementerian Perhubungan menyelenggarakan pelayaran perintis adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 yang menyebutkan bahwa pelayaran perintis ditetapkan untuk melayani daerah atau wilayah yang belum atau tidak terlayani oleh angkutan perairan karena belum memberikan manfaat komersial. Jadi angkutan perintis ini ditujukan untuk menghubungkan daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) serta memperlancar mobilisasi penumpang dan barang untuk memperluas konektivitas ke wilayah 3TP tersebut.
Ada berapa jenis angkutan laut?
Ada empat jenis, baik itu angkutan penumpang, hewan atau ternak dan barang atau logistik. Kehadiran angkutan perintis ini sangat dibutuhkan masyarakat di daerah tersebut. Pertama, Kapal Perintis merupakan angkutan laut yang sangat diandalkan masyarakat di wilayah 3TP mengingat ketiadaan transportasi jenis lain (darat dan udara) yang beroperasi di wilayah tersebut. Kedua, Kapal Barang Tol Laut adalah angkutan laut yang tetap dan terjadwal antar pulau mulai dari pelabuhan pangkal sampai pelabuhan singgah khususnya di wilayah 3TP yang diharapkan dapat menekan disparitas harga.
Ketiga, Kapal Rede diperuntukkan sebagai feeder atau penghubung menuju pelabuhan-pelabuhan atau tempat-tempat yang tidak dapat disinggahi oleh kapal utama disebabkan fasilitas pelabuhan yang belum lengkap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!