Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BNPT Tegaskan Pentingnya Jaga Keamanan Nasional

📅 Selasa, 21 Feb 2023, 02:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BNPT Tegaskan Pentingnya Jaga Keamanan Nasional Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar memberikan paparan terkait keamanan nasional di Jakarta, Senin (20/2/2023).

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar menegaskan pentingnya menjaga keamanan nasional yang kondusif untuk memelihara pertumbuhan ekonomi nasional.

"Presiden menyebutkan tiga strategi ekonomi yang inklusif. Pertama, menekan inflasi, kedua investasi dan ketiga hilirisasi," kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPT Boy Rafli Amar saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang mengusung tema "Bersama memperkuat persatuan dan kesatuan untuk Indonesia damai dan harmoni".

Komjen Boy mengatakan meskipun arahan tersebut disampaikan Kepala Negara kepada TNI dan Polri, namun lembaga yang dipimpinnya masih memiliki tugas utama yang bersinggungan dengan hal tersebut.

Jenderal bintang tiga tersebut mengatakan jika keamanan suatu negara kondusif maka pertumbuhan ekonomi akan baik, inflasi bisa ditekan serta distribusi barang berjalan lancar karena tidak ada gangguan.

Hal tersebut secara tidak langsung akan menarik minat investasi bagi masyarakat baik di dalam maupun dari luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air, kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 tersebut.

Kepala BNPT bergelar adat Datuak Rangkayo Basa tersebut menyakini program hilirisasi yang digaungkan pemerintah pusat saat ini bisa berjalan dengan baik apabila didukung dengan sektor keamanan yang kondusif.

"Bapak Presiden yakin kesejahteraan bisa dicapai termasuk upaya Indonesia untuk menjadi negara maju dan tidak lagi menjadi negara berkembang," ujarnya.

Presiden, sambung dia, ingin Indonesia terus memacu pertumbuhan ekonomi di tengah lingkungan strategis yang tidak menguntungkan pascapandemi COVID-19 maupun perang Rusia dan Ukraina yang membuat dunia penuh dengan ketidakpastian.

Di satu sisi, mantan Kapolda Papua dan Banten tersebut mengatakan Indonesia patut bangga karena di kawasan ASEAN Indonesia merupakan satu-satunya anggota G20. Artinya, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju.

"Kalau keamanan nasional ini baik maka ekonomi akan tumbuh dengan sehat serta tingkat kemakmuran akan baik, dan pengangguran bisa ditekan," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

37 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.