Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi 'Volatile Food' Ditargetkan Sebesar 3 hingga 5 Persen pada 2023

📅 Selasa, 21 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Inflasi 'Volatile Food' Ditargetkan Sebesar 3 hingga 5 Persen pada 2023 Doc: ANTARA HUMAS KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
Ket. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

JAKARTA - Pemerintah menargetkan inflasi volatile food atau harga pangan bergejolak akan berkisar 3 persen sampai 5 persen secara tahunan, sedangkan inflasi keseluruhan berada pada level 3 persen plus minus 1 persen pada 2023. Untuk itu, pemerintah akan menjaga harga pangan bergejolak.

"Beberapa hal yang dilakukan untuk mencapai target itu di 2023 sebagaimana diatur anggaran pendapatan dan belanja negara adalah memperkuat kebijakan dan menjaga stabilitas makro ekonomi," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers terkait High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Jakarta, Senin (20/2).

Seperti dikutip dari Antara, Airlangga mengatakan pemerintah akan menjaga harga pangan bergejolak terutama di hari besar keagamaan, menjaga ketersediaan beras, dan memperkuat ketahanan pangan melalui akselerasi implementasi lumbung pangan.

Selain itu, tambah dia, pemerintah juga akan memperkuat kerja sama antardaerah, memastikan akurasi data ketersediaan pangan, dan memperkuat komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Beberapa program yang akan dijalankan, antara lain Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pusat (GNPIP) yang juga didukung oleh Bank Indonesia berupa pasar murah, kerja sama antardaerah, subsidi ongkos angkut, gerakan tanam cabai, replikasi model bisnis, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta digitalisasi petani.

Menurunkan Inflasi

Pada 2022 lalu, GNPIP yang telah berhasil menurunkan inflasi dari 11,7 persen menjadi hanya 5,61 persen secara tahunan akan dijalankan dengan tema "Sinergi dan Inovasi untuk Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional". "Dan akan ada kick off pada 5 Maret 2023 di Sulawesi Selatan," imbuh Airlangga.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga menyediakan anggaran senilai 104,2 triliun rupiah untuk program ketahanan pangan yang disalurkan baik kepada kementerian dan lembaga (K/L) maupun non-K/L.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.