Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: Masa Transisi Endemi Perlu Dikawal dengan Vaksinasi Covid-19

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes: Masa Transisi Endemi Perlu Dikawal dengan Vaksinasi Covid-19 Doc: ANTARA/Kemenkes
Ket. Seorang lansia di Jawa Barat mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster pertama di fasilitas pelayanan kesehatan.

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengemukakan situasi kasus yang terkendali pada masa transisi menuju endemi perlu dikawal dengan pemenuhan perlindungan vaksinasi COVID-19.

"Pada November 2022 diberlakukan vaksinasi booster kedua hanya untuk tenaga kesehatan dan lansia, kemudian banyak yang minta diprioritaskan kepada seluruh umur di atas 18 tahun. Itu maksudnya karena kami betul-betul mengawal pandemi ini sampai berakhir," kata Mohammad Syahril di Jakarta, Jumat (17/2).

Meski kondisi dan situasi pandemi sudah melandai dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut, kata Syahril, Kemenkes terus mengawal hingga pandemi tuntas.

Mohammad Syahril yang juga Direktur RSPI Sulianti Saroso meminta kepada masyarakat segera melakukan vaksinasi COVID-19 agar keadaan tidak kembali pada lonjakan kasus dan memburuk.

"Jangan sampai kekebalan ini menurun, sementara pandemi masih berjalan. Kami berharap vaksin menambah kadar antibodi, sehingga walau sakit, tidak dalam keadaan yang berat," katanya.

Syahril memastikan program vaksinasi COVID-19 hingga saat ini tidak dipungut biaya, alias gratis.

"Mari diyakinkan, sekarang stok vaksin cukup, apalagi sekarang ada vaksin buatan dalam negeri dan itu cukup memenuhi kebutuhan logistik kita dan juga tidak berbayar," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan BaruReisa Broto Asmoro mengatakan stok vaksin COVID-19 di masing-masing wilayah, memiliki jumlah berbeda.

"Masyarakat bisa bertanya ke petugas kesehatan di fasilitas layanan kesehatan masing-masing daerah terkait stok vaksin. Masyarakat juga bisa pro aktif untuk menggelar vaksinasi," katanya.

Reisa mengatakan petugas kesehatan di daerah setempat bisa berinisiatif membuka agenda vaksinasi bagi masyarakat umum di atas usia 18 tahun.

"Masyarakat bisa meminta lagi ke puskesmas setempat, tinggal diajak lagi masyarakat yang belum vaksin bisa diadakan sentra vaksinasi yang terjangkau dari tempat tinggal masing-masing," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.