Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Ingin Ada Penghiliran di Sumber Daya Alam Laut

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Presiden Ingin Ada Penghiliran di Sumber Daya Alam Laut Doc: ISTIMEWA
Ket. JOKO WIDODO Presiden RI - Ingat bahwa dua per tiga wilayah Indonesia ini adalah air, laut, samudra. Luas lautan kita 3,25 juta kilometer persegi, besar sekali. Potensinya belum kita apa-apakan.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ada penghiliran di sumber daya alam sektor kelautan nasional agar memberikan nilai tambah, karena potensi sumber daya laut Indonesia sangat besar. Sumber daya alam laut ini akan memberikan nilai tambah yang besar kalau bisa dihilirkan.

"Ingat bahwa dua per tiga wilayah Indonesia ini adalah air, laut, samudra. Luas lautan kita 3,25 juta kilometer persegi, besar sekali. Potensinya belum kita apa-apakan," kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada pertemuan industri jasa keuangan, di Jakarta, Senin (6/2).

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi mencontohkan Indonesia bisa menjadi eksportir nomor satu produk rumput laut dalam bentuk mentah. Namun, Indonesia hanya menjadi eksportir nomor tiga produk karagenan atau senyawa yang diekstrasi dari rumput laut yang berfungsi membuat kekentalan.

Sementara itu, lanjut Jokowi, Tiongkok yang merupakan importir nomor satu rumput laut justru bisa juga menjadi eksportir nomor satu karagenan. Semestinya, katanya, selain menjadi eksportir nomor satu rumput laut, Indonesia juga bisa menjadi eksportir nomor satu karagenan.

"RRT (Tiongkok) tadi importir rumput laut nomor satu dan sekaligus eksportir nomor satu karagenan. Ini harus ditiru. Kita (Indonesia) harusnya menjadi eksportir nomor satu bahan mentah, tapi juga eksportir nomor satu karagenan. Harusnya seperti itu, dan nilai tambah yang ada di sini akan melompat," jelasnya.

Eksportir Ikan Segar

Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia juga merupakan eksportir nomor satu produk ikan segar, seperti tuna, cakalang, tongkol, tetapi Indonesia juga menjadi importir nomor satu produk-produk turunan ikan, misalnya tepung ikan.

"Lucu sudah. Dorong keluar dan kita impor dalam bentuk tepung ikan. Apa nggak bisa sih kita menghilirkan ini, mengindustrialisasikan ikan kita menjadi tepung ikan? Sesulit apa? Apa sulit banget sih? Ndak. Kalau kita belum mampu, ya gandeng partner, partneran, jangan ragu-ragu untuk masuk ke sana," tegasnya.

Dia menekankan Tiongkok merupakan importir nomor dua untuk produk tuna, cakalang, dan tongkol segar, tetapi negara itu bisa menjadi eksportir nomor empat tepung ikan.

"Gandeng partner. Masih banyak rumput laut, ikan tuna, cakalang, tongkol, udang. Ini nilai tambahnya sangat berkali-kali. Menjadi pupuk citosan 27 kali nilai tambahnya. Rajungan jadi daging rajungan 3,2 kali. Kalau semua dihilirkan dalam negeri, melompat negara kita. PDB kita akan melompat, GDP kita akan melompat," jelasnya.

Yang terpenting, kata Presiden Jokowi, adalah mengintegrasikan segala sesuatu untuk hilirisasi. Oleh karena itu, dia meminta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut menyosialisasikan pentingnya hilirisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.