Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Obat Tetes Mata di AS Ditarik dari Peredaran Akibat Wabah Bakteri yang Tahan Antibiotik

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 14:41 WIB | Oleh:
Obat Tetes Mata di AS Ditarik dari Peredaran Akibat Wabah Bakteri yang Tahan Antibiotik Doc: VoA

WASHINGTON DC - Pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (2/2) mengatakan bahwa sebuah perusahaan menarik obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran karena terkait dengan wabah infeksi oleh bakteri yang resistan terhadap obat-obatan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pekan ini mengirimkan peringatan kepada para dokter tentang wabah tersebut, yang setidaknya menginfeksi 55 orang di 12 negara bagian. Satu di antaranya meninggal dunia dan sedikitnya lima orang lain kehilangan penglihatan secara permanen.

Infeksi tersebut, yang beberapa di antaranya ditemukan dalam darah, urin dan paru-paru, terkait dengan obat tetes mata EzriCare Artificial Tears. Banyak yang mengaku telah menggunakan produk itu untuk mengatasi iritasi dan kekeringan pada mata.

Obat tetes mata itu dijual dengan nama EzriCare dan diproduksi di India oleh Global Pharma Healthcare. Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS mengatakan, perusahaan itu menarik pasokan EzriCare Artificial Tears yang belum kedaluwarsa dan satu produk lain bernama Delsam Pharma's Artificial Tears.

FDA merekomendasikan penarikan tersebut berdasarkan masalah manufaktur termasuk kurangnya pengujian dan kontrol yang layak pada kemasan. FDA juga memblokir impor ke AS.

Infeksi itu disebabkan oleh bakteri bernama Pseudomonas aeruginosa. Penyelidik mendeteksinya pada botol EzriCare terbuka, namun masih menunggu hasil pengujian lebih lanjut.

EzriCare, perusahaan yang memasarkan obat tetes mata itu di AS, mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya bukti yang secara definitif mengaitkan wabah tersebut dengan produknya, namun perusahaan itu telah menghentikan pendistribusian obat tersebut. Perusahaan itu juga menerbitkan pemberitahuan di situs webnya yang mendesak konsumen untuk menghentikan penggunaan obat tetes mata tersebut.

Infeksi bakteri itu didiagnosis pada para pasien di California, Colorado, Connecticut, Florida, New Jersey, New Mexico, New York, Nevada, Texas, Utah, Washington dan Wisconsin. Satu orang di Washington meninggal dunia akibat infeksi dalam darah.

Wabah itu dianggap sangat mengkhawatirkan karena bakteri yang menyebabkannya kebal terhadap antibiotik standar.

Para penyelidik menemukan bahwa bakteri itu tidak rentan terhadap antibiotik apa pun yang secara rutin diuji di laboratorium kesehatan masyarakat. Namun, bakteri itu tampaknya rentan terhadap antibiotik yang lebih baru bernama cefiderocol.

"Bagaimana obat tetes mata dapat menyebabkan infeksi pada darah atau paru-paru? Mata terhubung ke rongga hidung melalui saluran air mata. Bakteri dapat berpindah dari rongga hidung ke paru-paru. Selain itu, bakteri di bagian tubuh ini dapat menyebabkan infeksi di tempat lain seperti darah atau luka," kata pejabat CDC. VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.