Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketersediaan Akses Pendidikan Cegah Lahirnya Keluarga Miskin Baru

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 17:20 WIB | Oleh:
Ketersediaan Akses Pendidikan Cegah Lahirnya Keluarga Miskin Baru Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Executive Director Asa Dewantara, Abdul Malik Gismar, dalam Dialog Pendidikan, di Jakarta, Kamis (26/1).

JAKARTA - Executive Director Asa Dewantara, Abdul Malik Gismar, mengatakan ketersediaan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin sangat penting. Hal tersebut dapat mencegah lahirnya keluarga miskin baru di kemudian hari.

"Kita harus ubah, anak miskin tidak perlu kebetulan untuk bisa mengakses pendidikan. Caranya pastikan akses ke pendidikan ada," ujar Abdul, dalam Dialog Pendidikan, di Jakarta, Kamis (26/1).

Dia menyebut, latar belakang keluarga masih menjadi penentu ketimpangan di Indonesia. Anak-anak yang lahir di keluarga miskin memiliki risiko untuk menjadi tidak terdidik dan tidak memiliki keterampilan dengan segala macam konsekuensi sosial ekonominya.

"Anak dari keluarga miskin perlu di awalnya harus punya awal yang sama. Kalau start sama anak pintar bisa hadir di keluarga miskin dan kaya," jelasnya.

Abdul mengungkapkan akses pendidikan di pedesaan sangat timpang dengan di perkotaan. Dia memaparkan data dari Badan Pusat Statistik dan Neraca Pendidikan yang menunjukan ketimpangan terjadi di semua jenjang pendidikan.

Untuk jenjang PAUD, pada tahun 2021, hanya 40,17 persen atau 7.622.000 dari total anak berusia 3 sampai 6 tahun yang terdaftar di PAUD. Dari 59,83 persen atau 11.354.000 yang tidak terdaftar di PAUD, 57,5 persennya tinggal di pedesaan.

"Sekitar 14,34 persen atau 12.560 desa di Indonesia tidak memiliki akses ke semua jenis PAUD," ucapnya.

Untuk jenjang sekolah dasar, sekitar 8,16 persen atau 2.116.081 dari total anak berusia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak terdaftar di jenjang sekolah dasar. 55,22 persen di antaranya tinggal di daerah pedesaan.

Jenjang SMP, sekitar 62 dari 1.000 anak usia 13-15 tahun masih duduk di bangku SD. 78 persen di antaranya tinggal di pedesaan.

"Usia anak SMA, sekitar 5,65 persen anak usia 16-18 tahun masih duduk di bangku SD dan 13,87 persen masih SMP. Sebagian besar tinggal di pedesaan," terangnya.

Dia menyebut, selama usia sekolah, indikator penting pertama yang harus didorong adalah melanjutkan partisipasi sekolah melampaui tahun-tahun transisi. Tujuannya agar memperoleh keterampilan yang tepat dan meningkatkan prospek pekerjaan.

"Harus dipastikan siswa dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan berikutnya dan berprestasi di sekolah. Di sisi lain, masyarakat di daerah, beban untuk menyekolahkan anak sangat besar," tandasnya.

Ketua Dewan Pengarah Asa Dewantara, Haidar Bagir, mengatakan, pihaknya siap bersama pihak-pihak lain memastikan ketersediaan akses pendidikan, khususnya untuk anak keluarga miskin. Menurutnya, solusi terhadap masalah akses pendidikan berkualitas bagi kaum miskin sangat penting.

"kita melakukan advokasi sebesar apapun, kalau solusi tidak sesuai sulit memberi dampak maksimum," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.