Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ILO Dorong Inklusivitas di Politeknik

📅 Rabu, 25 Jan 2023, 17:04 WIB | Oleh:
ILO Dorong Inklusivitas di Politeknik Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Direktur International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto dan Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja (tengah), dalam Peluncuran Buku Pedoman GEDSI, di Jakarta, Rabu (25/1).

JAKARTA - Direktur International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto, mengatakan pihaknya mendorong terciptanya inklusivitas di politeknik. Pihaknya meluncurkan panduan dan manual pelatihan pengarusutamaan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi Sosial (GEDSI) dan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) di lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Panduan dan manual pelatihan ini merupakan pengembangan penting untuk memastikan bahwa mahasiswa dan dosen dapat belajar dan bekerja di institusi pendidikan tanpa takut akan kekerasan dan pelecehan seksual," ujar Michiko, dalam Peluncuran Buku Pedoman GEDSI, di Jakarta, Rabu (25/1).

Dia menerangkan, buku pedoman Gedsi merupakan yang pertama dan dikembangkan melalui serangkaian studi literatur. Pihaknya juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melibatkan civitas akademik empat politeknik bidang studi maritim yaitu Politkenik Negeri Batam, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Politeknik Negeri Manado, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Dia mengungkapkan. Keempat politeknik mitra telah menjadi lembaga percontohan dalam mengimplementasikan pedoman dan manual pelatihan. Inisiatif ini diharapkan dapat digunakan dan direplikasi di 40 politeknik lain serta lembaga vokasi lainnya.

"Kami berharap ini akan mendorong pemuda dan institusi pendidikan tinggi untuk menjadi bagian dari aksi global dan nasional untuk menciptakan dunia kerja di Indonesia yang bebas dari kekerasan dan pelecehan," jelasnya.

Michiko mengungkapkan, keempat politeknik percontohan berkomitmen mempromosikan GEDSI juga. Hal tersebut ditunjukan melalui pembentukan Satuan Tugas (SATGAS), serta pengembangan dan penerapan standar prosedur operasional (SOP) penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

"Pengembangan publikasi juga merupakan bentuk komitmen ILO untuk mempromosikan tempat kerja yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan, sebagaimana tercermin dalam Konvensi ILO No. 190 tentang Kekerasan dan Pelecehan," tandasnya.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja, memastikan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengakui dan mempromosikan kesetaraan gender dan pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual di lembaga pendidikan, khususnya di lingkungan pendidikan. Tujuannya menciptakan lingkungan pendidikan bebas pelecehan dan kekerasan yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya apresiasi ILO karena berhasil mengembangkan panduan dan manual pelatihan tentang GEDSI bersama dengan empat politeknik negeri Indonesia. Saya yakin ini bisa menjadi referensi tambahan bagi perguruan tinggi vokasi di Indonesia untuk mencegah dan menangani pelecehan dan kekerasan seksual," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

45 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.