Badak Sumatra Termasuk Delapan Spesies Hewan Paling Rawan Punah di Dunia
📅 Selasa, 24 Jan 2023, 21:02 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: BBC
LONDON - Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP 15), yang diadakan tepat sebelum Natal di Kanada, menjadi tonggak komitmen untuk melindungi sepertiga wilayah Bumi mulai dari pesisir, perairan, hingga laut dalam pada akhir dekade ini. Sayangnya, upaya itu agak terlambat bagi sejumlah spesies hewan.
Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mencatat lebih dari 87.000 spesies dalam "daftar merah" sebagai makhluk terancam punah, dan beberapa spesies yang "berisiko kritis" mengalami kepunahan memiliki populasi di alam liar yang bisa dihitung jari. Salah satunya adalah badak Sumatra.
Itu artinya mereka bisa segera menghilang atau hanya bisa dilihat di penangkaran.
Berikut beberapa spesies hewan yang terancam punah di antaranya adalah:
- Vaquita
"Saya tidak percaya pertarungan ini kemungkinan berakhir kalah, tapi kita harus terus berjuang."
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada nada putus asa dalam suara Dr Lorenzo Rojas-Bravo.
Ahli biologi Meksiko ini bercerita soal perjuangannya selama tiga dekade untuk menyelamatkan vaquita, spesies lumba-lumba yang digambarkan sebagai mamalia laut paling langka di dunia oleh World Wildlife Fund (WWF).
Vaquita adalah spesies endemik di Teluk California, Meksiko. Spesies ini menghilang begitu cepat sejak pertama kali ditemukan pada 1958 dan saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 10 individu yang masih bertahan hidup. Padahal lima tahun lalu, populasi vaquita diperkirakan berkisar 30 ekor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dr Rojas-Bravo mengatakan bahwa kematian vaquita berkaitan erat dengan penangkapan ikan komersial, yang menyebabkan mereka mati di dalam jaring ikan ilegal yang bertujuan menangkan totoaba, yakni jenis ikan Meksiko yang gelembung renangnya digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.
"Kami memiliki penelitian yang menunjukkan bahwa jika pihak berwenang mengendalikan penangkapan ikan ilegal, populasi [vaquita] dapat berkembang biak. Tetapi waktu jelas tidak berpihak pada kita," kata dia.
Upaya sebelumnya untuk membiakkan vaquita di penangkaran pun gagal.
- Saola
Ada alasan mengapa sapi bertanduk panjang ini dikenal sebagai "unicorn Asia". Saola pertama kali terlihat pada awal 1990-an, dan itu dirayakan sebagai penemuan pertama mamalia besar baru dalam 50 tahun. Tetapi, saola terkenal sulit dipahami.
Menurut WWF, hanya ada empat penampakan Saola yang bisa dikonfirmasi sejak saat itu.
Hal ini memicu kekhawatiran soal kelangsungan hidup spesies tersebut di hutan perbatasan Vietnam-Laos, di mana perburuan menjadi ancaman utama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!