Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badak Sumatra Termasuk Delapan Spesies Hewan Paling Rawan Punah di Dunia

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 21:02 WIB | Oleh:

Pada 2011, para peneliti Brasil memperkirakan bahwa masih ada 10-15 ekor Stresemann's Bristlefront, khususnya di hutan yang dikenal sebagai Birdies' Woods di Negara Bagian Bahia.

Namun kebakaran besar melanda kawasan itu pada 2015, dan sejak saat itu hanya satu ekor betina yang terlihat.

"Dia dijuluki 'Harapan', tetapi kami belum melihatnya lagi sejak 2019," kata Alexander Zaidan, seorang ahli biologi yang mempelajari Stresemann's Bristlefront.

"Ada ekspedisi ke daerah lain untuk menemukan spesimen lain, tapi kami belum berhasil menemukannya."

  • Macan Tutul Amur

Berada di timur Russia, Tiongkok bagian utara, dan Semenanjung Korea, populasi macan tutul Amur telah menurun jauh sejak 1970-an yang dipicu oleh perburuan liar, hilangnya habitat, dan berkurangnya ketersediaan mangsa.

IUCN memasukkan spesies ini dalam daftar sangat terancam punah sejak 1996.

Menurut perkiraan terbaru, ada sekitar 85 macan tutul yang tersisa.

  • Serigala Merah

Serigala merah merupakan kasus yang aneh. Sebagai salah satu dari dua spesies serigala asli Amerika utara, hewan ini sebenarnya sudah dinyatakan punah di alam liar pada 1980.

Namun, ada cukup banyak serigala merah yang ditangkap oleh ahli konservasi untuk memulai pembiakan sehingga berhasil membangun kembali populasinya di alam liar yang pada 2011 telah mencapai lebih dari 130 ekor.

Sejak saat itu, serigala merah menjadi mangsa pembangunan kota yang meningkat. Musuh terbesar mereka adalah para pemilik tanah dan petani yang memburu atau menembak mereka demi melindungi ternak.

Badan Perikanan dan Kehidupan Alam Liar AS memperkirakan hanya tersisa 20 serigala merah di alam liar, yang semuanya berada di Carolina Utara.

  • Gorila Sungai Salib

Ini merupakan spesies kera besar terlangka di dunia. Hanya sekitar 300 ekor yang diketahui hidup di alam liar, di kawasan pegunungan di Nigeria dan Kamerun.

Gorila Sungai Salib sangat waspada terhadap manusia, sehingga mereka jarang terlihat. WWF mengatakan mereka tersebar di setidaknya 11 kelompok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...
Daerah
Empat TPU di Kota Semarang...
Daerah
Warga Aceh Besar Menggelar ...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.