Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kondisi Makin Memanas, Kremlin: Kecemasan Meningkat di Antara Anggota NATO

📅 Senin, 23 Jan 2023, 23:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kondisi Makin Memanas, Kremlin: Kecemasan Meningkat di Antara Anggota NATO Doc: Antara/Dokumentasi Kremlin
Ket. Arsip - Juru bicara Kremlin Dimtry Peskov (kedua dari kiri) bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Presiden Vladimir Putin, 28 Juni 2019.

Moskow - Juru bicara Kantor Presiden Rusia Dmitry Peskovpada Senin mengatakan kecemasan meningkat di antara negara-negara anggota aliansi militer NATO.

"Eropa (seperti) sedang berjalan di atas tali," kata dia, merujuk pada diskusi NATOtentang pengiriman tank buatan Jerman ke Ukraina.

Dia menambahkan bahwa saling mengeluarkan pernyataan di antara negara-negara NATO, termasuk Polandia yang sudah mengancam Jerman dengan isolasi internasional dan lainnya, menunjukkan kecemasan yang meningkat di antara mereka.

Sebelumnya pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Arkadiusz Mularczyk mengatakan bahwa Jerman akan terisolasi di dunia internasional jika tidak menyetujui pengiriman tank Leopard ke Ukraina.

Pernyataan Amerika Serikat yang akan memasukkan WagnerGroup ke dalam daftar organisasi kriminaltidak memiliki arti penting bagi Rusia atau kelompok itu sendiri, kata jubir Kremlin tersebut.

"Saya merasa pernyataan itu tidak punya arti penting bagi negara kami atau, terutama, bagi kontraktor militer swasta Wagner," kata Peskov dalam pengarahan pers.

Pada Jumat (20/1), juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa pemerintah AS akan segera menetapkan Wagner Group sebagai organisasi kriminal transnasional dan menjatuhkan sanksi kepada jaringannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin belum berencana bertemu dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA)Rafael Grossi menyusul informasi bahwa Ukraina menyimpan senjata di kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), tetapi Rusia tertarik untuk melanjutkan kontak, kata Peskov.

Dia mengatakan bahwa Rusiasiap melanjutkan kontak dengan Grossi dan IAEA.

"Ini sangat penting," kata Peskov, seraya menambahkan bahwakontak pada level tertinggi belum diperlukan.

"Dialog berlanjut di tingkat ahli. Rekan-rekan kami, para mitra TuanGrossi siap melakukan kontak dan menjalankannya," katanya.

Peskovjuga menyinggungsoal hubungan Rusia dan Jepang.

Dia mengatakan kemungkinan kedua negara bernegosiasi untuk menyepakati perjanjian damai tampaknya mustahil terjadi pada saat ini.

"Faktanya, tidak ada dialog yang berarti pada saat ini. Tentu saja, dengan kondisi seperti ini, sulit untuk membicarakan kemungkinan tersebut secarade facto," kata Peskov saat ditanya wartawan apakah Rusia siap berkomunikasi dengan Jepang tentang perjanjian damai.

Menurut dia, Jepang sangat aktif bergabung dengan negara-negara yang tidak bersahabat dengan Rusia dan tidak memperlihatkan hubungan yang konstruktif dengan Rusia.

Dalam pidatonya di parlemen pada hari sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa Tokyo tetap berkomitmen untuk merundingkan perjanjian damai dengan Rusia meskipun saat ini terjadi ketegangan pada hubungan kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

29 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.