Kepemimpinan Para Dewa Tak Cocok untuk Mahasiswa, Atmosfer Kampus Mesti Egaliter
📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 06:55 WIB | Oleh: Eko S
Doc: KORAN JAKARTA/EKO SUGIARTO PUTRO
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2023 ini akan memasuki usia 42 tahun. Sebuah usia perguruan tinggi yang masih relatif sangat belia dibandingkan perguruan tinggi lainnya yang sudah berusia ratusan tahun lebih berdiri.
Namun, ulang tahun pada 2023 ini adalah milad yang istimewa bagi UMY. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kegiatan kampus yang tergolong sangat ramai ini harus terhenti dari semua aktivitasnya karena kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) akibat Covid-19 dari 2020 hingga akhir tahun 2022 lalu.
Sungguh sangat sulit. Yang artinya, tahun-tahun berat penuh pembatasan dua tahun ke belakang. Tahun-tahun yang penuh "keputusan gila" dari para pemimpin membuahkan pengalaman penting untuk masa-masa panjang di depan.
Di tengah situasi Pandemi itu, UMY banyak mengambil keputusan gila, tapi juga sekaligus membuat sejumlah capaian penting atau prestasi. Dalam kondisi tersebut, UMY malah seperti melompat. Tak hanya itu, UMY di masa pandemi juga dituntut membuktikan kepeduliannya pada mahasiswa dan lingkungan sekitar.
Sebagai kampus dari keluarga besar Muhammadiyah, UMY juga memberi warna tersendiri bagi organisasi keagamaan dengan 60 juta anggota itu. Untuk diketahui, Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah adalah dosen UMY, dan puluhan civitas akademiki UMY duduk di posisi penting PP Muhammadiyah.
Sebaiknya Anda baca juga:
UMY didirikan 1 Maret 1981 dan berdomisili di Kasihan, Bantul. Kampus yang berada di tepian Kota Yogyakarta ini memiliki julukan Kampus Muda Mendunia karena berbagai torehan prestasi secara akademis maupun di luar akademis.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai dinamika UMY, wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, mewawancarai Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P, IPM, pada pekan ini, di kantornya di Yogyakarta. Berikut petikannya.
Pada 1 Maret mendatang UMY memasuki usia 42 tahun, apa refleksi utama Anda?
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk usia perguruan tinggi, 42 tahun adalah usia yang sangat belia. Dalam sistem klasifikasi international higher education, sebuah kampus dibagi menjadi dua, yakni higher education under 50 dan higher education over 50.
Soal capaian, yang saya ingat saja ini, UMY 5 tahun yang lalu masih ranking 7 dalam kelompok perguruan tinggi Muhammadiyah. Sejak 2018 lalu sampai hari ini tetap berada pada posisi ranking 1.
Versi 4ICU, UMY masuk dalam 3 besar Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia. Geser-geser saja peringkatnya dengan Universitas Bina Nusantara, Universitas Telkom, dan Universitas Islam Indonesia (UII).
Pemeringkatan kegiatan mahasiswa oleh DIKTI, dari ranking 36 nasional lompat jadi 24 nasional dan bahkan saat pandemi yakni 2021 kita justru lompat lagi menjadi 10 besar nasional.
Sebuah capaian luar biasa. Apa rahasia kepemimpinan Anda?
Kalau melihat ke belakang, refleksinya adalah kehidupan kampus itu tidak cocok kalau dipimpin dengan gaya para dewa yang menentukan arah kebijakan secara top down. Saat para pendahulu pengelola UMY sudah mulai istirahat, saya pikir ini saatnya ada sebuah arah kepemimpinan yang lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!