Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepemimpinan Para Dewa Tak Cocok untuk Mahasiswa, Atmosfer Kampus Mesti Egaliter

📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 06:55 WIB | Oleh:

Di masa pandemi, kami sukses melahirkannya platform pembelajaran daring bernama MyKlass. Saat kampus lain berhenti membuat sesuatu, UMY di masa pandemi berhasil mendapatkan lisensi untuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Di masa pandemi, UMY juga panen sembilan profesor karena program terus jalan. Kalau kita ikut lockdown, kita set back, maka di milad ke-42 ini tema kita adalah Keep Moving On.

Wow! Upaya yang luar biasa?

Dan satu lagi yang terpenting. Keputusan saat pandemi hanya bisa terjadi karena keputusan diambil persis sama dengan keputusan bagaimana mengelola kampus ini di masa normal, yakni secara egaliter, terbuka, dan berani membuat terobosan. Diskusi dan debat keras terjadi dengan luar biasa. Setelah mantap semua, Bismillah, kita tidak lockwdown.

Anda begitu berani ambil keputusan soal UMY, apakah hal itu ada hubungannya karena Anda cucu dari salah satu tokoh penting Muhammadiyah, Ki Bagus Hadikusumo?

Status saya itu dosen PNS. Jadi, ya tidak ada hubungannya dengan Bapak dan Kakek saya. Makanya saya berani, paling hanya dipindah tugaskan saja. Dan kalau dipindah, ya malah mungkin ke kampus negeri. Itu yang membuat saya berani dan agak nekat. Hahaha….

Closing statement, Pak Gunawan.

Kita menginginkan kampus ini menjadi tempat berseminya calon-calon pemimpin Muhammadiyah. Muktamar November 2022 di Solo, lebih dari 20 dosen kita masuk di kepengurusan PP Muhammadiyah. Ketua Umum dosen kita. Ketua Aisiyah juga dosen kita.

Kedua, UMY ingin berkontribusi dalam pendirian Muhammadiyah di luar negeri. Kemarin, PP Muhammadiyah Istimewa Taiwan berdiri dan sebentar lagi PP Muhammadiyah di Jepang aktif kembali. Segera rilis PP Muhammadiyah Turki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.