Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Tiongkok Turun, Alarm Krisis Demografi

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 21:35 WIB | Oleh:

Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, baru-baru ini menjadikan tantangan demografi negara sebagai prioritas, menjanjikan "sistem kebijakan nasional untuk meningkatkan angka kelahiran". Namun pada kenyataannya, kata para ahli, angka kelahiran Tiongkok,yang merosot mengungkapkan tren yang tidak dapat diubah.

Bersama dengan Jepang dan Korea Selatan, Tiongkokmemiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia, di bawah apa yang oleh para ahli demografi disebut tingkat penggantian kesuburan yang diperlukan agar suatu populasi tumbuh. Angka itu mengharuskan setiap pasangan, rata-rata, memiliki dua anak.

Sementara itu, total populasi India diperkirakan akan melebihi Tiongkokakhir tahun ini, sesuai perkiraan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. O'Keefe mengatakan, pada tahap ini penurunan populasi Tiongkokakan sangat sulit untuk dibalik.

"Saya kira tidak ada satu negara pun yang serendah Tiongkok dalam hal tingkat kesuburan dan kemudian bangkit kembali ke tingkat penggantian," ujarnya.

Banyak anak muda menyebutkan meningkatnya biaya menjadi orang tua - termasuk mengasuh anak, terjadi pada saat ekonomi berada dalam keadaan genting.

Seorang fotografer berusia 33 tahun di Beijing, Rachel Zhang, memutuskan sebelum menikah dengan suaminya bahwa mereka tidak akan memiliki anak. Pasangan itu menganut gaya hidup yang dikenal sebagai "Penghasilan Ganda, Tanpa Anak", singkatan untuk pasangan di Tiongkokyang telah memutuskan untuk tetap tidak memiliki anak. Terkadang, para tetua dalam keluarga mengomeli mereka tentang memiliki bayi."Saya tegas tentang ini," kata Zhang.

"Saya tidak pernah memiliki keinginan untuk memiliki anak selama ini," katanya.

Meningkatnya biaya untuk membesarkan seorang anak dan menemukan sebuah apartemen di distrik sekolah yang bagus telah membulatkan tekadnya.

Faktor-faktor lain telah menyebabkan keengganan untuk memiliki lebih banyak anak, termasuk beban yang dihadapi banyak orang dewasa muda dalam merawat orang tua dan kakek nenek yang lanjut usia.

Kebijakan "nol Covid" Tiongkokyang ketat, pengujian massal, karantina, dan penguncian selama hampir tiga tahun, mengakibatkan beberapa keluarga terpisah untuk jangka waktu yang lama, mungkin telah membuat lebih banyak orang memutuskan untuk tidak memiliki anak.

Bagi Zhu, yang menikah lima tahun lalu, pandemi memperjelas keputusannya untuk tidak memiliki anak. "Terutama selama tiga tahun terakhir epidemi. Saya merasa banyak hal yang begitu sulit," tutur Zhu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.