Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Mengerikan Lady Elizabeth Báthory, Si Bangsawan Kejam

📅 Senin, 16 Jan 2023, 11:37 WIB | Oleh:
Kisah Mengerikan Lady Elizabeth Báthory, Si Bangsawan Kejam Doc: Csók István via kafkadesk.org
Ket. Lady Elizabeth Báthory.

Walau penyiksaan, pembunuhan massal, pemerkosaan, dan genosida, identik dengan perang, dan tertuju pada gambaran laki-laki sebagai pelakunya. Sejarah juga mencatat tak sedikit tokoh wanita berkuasa yang bertanggung jawab atas kematian begitu banyak orang sehingga membuat publik tak percaya. Begitu pula pada kasus kekejaman Lady Elizabeth Báthory.

Lahir sebagai keturunan bangsawan dari Kerajaan Hungaria pada tahun 1560, Lady Elizabeth Báthory mendapat sejumlah keistimewaan dalam hal pendidikan dan peringkat sosial yang tinggi.

Nahas, ia menderita menderita kejang yang mungkin merupakan epilepsi. Melalui penyakitnya inilah, Lady Elizabeth Báthory pertama kali diperkenalkan dengan hal aneh dan tidak wajar.

Seorang penulis akademis dengan fokus Sejarah, Greg Bayer mencatat, Lady Elizabeth Báthory diharuskan makan darah dan potongan tengkorak dari orang yang tidak menderita, yang saat itu dipercaya dapat menyembuhkan penyakitnya.

Meskipun tidak ada bukti kuat untuk itu, Bayer menyebut kisah masa kecil Lady Elizabeth Báthory menggambarkan dia diperkenalkan pada kekerasan dan kekejaman oleh keluarganya sendiri.

Dia bahkan turut menyaksikan hukuman dan eksekusi brutal yang dilakukan oleh petugas ayahnya. Tak hanya itu, Lady Elizabeth Báthory juga hidup bersama anggota keluarga yang terlibat dengan Satanisme dan sihir.

Antara usia 10 dan 12, sejarah mencatat Lady Elizabeth Báthory bertunangan dengan Count Ferenc Nádasdy. Keduanya kemudian menikah pada 8 Mei 1575 ketika Lady Elizabeth Báthory berusia 15 tahun.

Namun sebelum menikah, Lady Elizabeth Báthory pernah melahirkan seorang putri dengan seorang anak laki-laki petani. Anak itu kemudian diberikan kepada seorang wanita petani yang dipercaya dan perselingkuhan Lady Elizabeth Báthory dirahasiakan.

Suaminya menghabiskan sebagian besar waktunya jauh dari rumah melawan Ottoman, meninggalkan Elizabeth untuk menjalankan perkebunan.

Melansir The Collector, kesadisan Lady Elizabeth Báthory menjadi lebih jelas seiring berjalannya waktu. Setelah kematian suaminya pada tahun 1601, kekejamannya pun meningkat.

Sebagian besar korbannya adalah anak perempuan berusia antara 10 dan 14 tahun dan biasanya adalah putri bangsawan rendahan yang mengirim putri mereka ke istana Lady Elizabeth Báthory untuk belajar etiket.

Bayer mencatat, Lady Elizabeth Báthory kerap menggunakan peniti yang ditusukan di bawah kuku korban, dan menutupi korbannya dengan madu dan membiarkannya dimakan semut dan serangga lainnya.

Metode lain termasuk mencambuk korbannya dengan jelatang dan sering membakar bagian tubuh, terutama alat kelamin. Setelah membakar korbannya, dia akan membuangnya ke dalam air es.

Banyak dari korbannya disiksa sampai meninggal, beberapa di antaranya dimakamkan di lokasi yang tidak ditandai. Beberapa sumber bahkan mengklaim dia terlibat dalam kanibalisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.