Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan 'Stunting' di Aceh Bisa Jadi Percontohan

📅 Jumat, 13 Jan 2023, 01:30 WIB | Oleh:
Penanganan 'Stunting' di Aceh Bisa Jadi Percontohan Doc: Istimewa
Ket. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dan Pj. Walikota Lhokseumawe Imran terkait penanganan stunting dengan salah satunya program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan penanganan stunting atau gizi buruk di Aceh bisa menjadi percontohan nasional. Salah satunya dalam pelaksanaan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

"Aceh bisa menjadi percontohan nasional dalam program gotong royong mempercepat menurunkan stunting," ujar Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/1).

Dia menyebut, Aceh merupakan satu dari 12 provinsi prioritas penanganan stunting. Prevalensi stunting di Provinsi Aceh merupakan tertinggi ketiga di Indonesia di bawah Provinsi Nusa Tenggara Timur (37,8 persen) dan Provinsi Sulawesi Barat (33,8 persen).

"Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevalensi stunting di Aceh sebesar 33,2 persen dan jauh di atas prevalensi stunting rata-rata nasional yang sebesar 24,4 persen," jelasnya.

Hasto menilai sumber daya alam berupa bahan pangan di Provinsi Aceh cukup untuk mengatasi persoalan stunting. Aceh juga memiliki aneka jenis bahan tambang yang bisa digunakan dalam bentuk lain untuk memenuhi kecukupan gizi bagi anak-anak di Aceh.

Dia optimistis Kota Lhokseumawe dan juga kabupaten dan kota yang lain di Provinsi Aceh mampu mengatasi persoalan stunting dengan menggunakan sumber bahan pangan yang dimiliki. BKKBN memiliki program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang digerakkan oleh Tim Penggerak PKK.

"Di dalam Dashat ini, dilakukan pengolahan makanan bergizi yang bisa untuk menurunkan stunting di Aceh," katanya.

Pj. Wali Kota Lhokseumawe Imran mengatakan pihaknya saat ini tengah menggencarkan tiga hal dalam upaya percepatan penurunan stunting. Pertama, mengubah perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi dan mengolah makanan yang mengandung gizi yang cukup untuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.