Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Invasi Russia Akibatkan Harga Pangan Dunia Melonjak pada 2022

📅 Selasa, 10 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Invasi Russia Akibatkan Harga Pangan Dunia Melonjak pada 2022 Doc: ISTIMEWA
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PARIS - Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan harga pangan dunia mencapai rekor tertinggi dalam setahun penuh pada 2022, meski turun selama sembilan bulan berturut-turut pada Desember.

Dilansir oleh Radio France Internationale, pada Jumat (6/1), harga makanan melonjak ke rekor tertinggi bulanan pada Maret setelah Russia menginvasi pembangkit tenaga pertanian Ukraina, pemasok utama gandum dan minyak goreng ke dunia.

Namun harga telah turun sejak saat itu, dengan lebih banyak bantuan yang dibawa oleh kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan PBB, pada Juli, dengan mencabut blokade angkatan laut Russia terhadap ekspor biji-bijian Ukraina.

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) yang melacak perubahan bulanan dalam harga internasional sejumlah komoditas pangan, mengatakan indeks harganya turun menjadi 132,4 poin pada Desember, turun 1,9 persen dari November. Itu juga satu persen lebih rendah dari pada Desember 2021.

Tetapi, indeks tersebut 14,3 persen lebih tinggi secara keseluruhan pada 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 143,7 poin. "Harga komoditas pangan yang lebih tenang disambut baik setelah dua tahun yang sangat fluktuatif," kata Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, dalam sebuah pernyataan.

"Penting untuk tetap waspada dan fokus untuk memitigasi kerawanan pangan global mengingat harga pangan dunia masih berada di level yang tinggi," ujarnya.

Banyak Risiko

Torero mengatakan banyak bahan pokok mendekati rekor tertinggi, dengan harga beras naik dan "masih banyak risiko yang terkait dengan pasokan di masa depan".

Menurut FAO, harga jagung dunia rata-rata 24,8 persen lebih tinggi pada 2022 dibandingkan 2021. Gandum 15,6 persen lebih mahal. "Namun harga jagung turun pada Desember, sebagian besar karena persaingan kuat dari Brasil," kata FAO. "Gandum juga turun selama sebulan karena panen yang sedang berlangsung di belahan bumi selatan meningkatkan pasokan dan persaingan di antara eksportir tetap kuat," tambahnya.

Indeks harga minyak nabati FAO mencapai rekor tertinggi baru di tahun 2022 tetapi turun 6,7 persen bulan ke bulan di Desember ke level terendah sejak Februari 2021.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.