Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Charlie Hebdo 'Menghina' Pemimpin Tertinggi Iran Khameini, Teheran Meradang

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Charlie Hebdo 'Menghina' Pemimpin Tertinggi Iran Khameini, Teheran Meradang Doc: Menafn
Ket. Majalah satir Charlie Hebdo.

PARIS - Iran memperingatkan Prancis pada Rabu (4/1) tentang konsekuensi setelah majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan kartun yang menggambarkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang dianggap Teheran menghina sang tokoh.

Mingguan itu menerbitkan belasan kartun yang mengolok-olok tokoh agama dan politik tertinggi di republik Islam itu sebagai bagian dari kompetisi yang diluncurkannya pada Desember untuk mendukung gerakan protes tiga di negara itu.

"Tindakan menghina dan tidak senonoh dari publikasi Prancis dalam menerbitkan kartun yang melawan otoritas agama dan politik tidak akan berjalan tanpa tanggapan yang efektif dan tegas," Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mencuit.

"Kami tidak akan membiarkan pemerintah Prancis melampaui batasnya. Mereka pasti telah memilih jalan yang salah," katanya tanpa menjelaskan konsekuensinya.

Kemudian pada Rabu, Kemlu Iran mengatakan telah memanggil Duta Besar Prancis Nicolas Roche.

"Prancis tidak memiliki hak untuk menghina kesucian negara dan bangsa Muslim lainnya dengan dalih kebebasan berekspresi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanani.

"Iran sedang menunggu penjelasan dan tindakan kompensasi pemerintah Prancis dalam mengutuk perilaku yang tidak dapat diterima dari media Prancis," tambahnya.

Para pendukung melihat terbitan itu sebagai pembela kebebasan berbicara dan para kritikus mengangganya sebagai provokatif yang tidak perlu, gaya Charlie Hebdo selalu kontroversial bahkan di Prancis.

Namun negara itu bersatu dalam kesedihan ketika pada Januari 2015 menjadi sasaran serangan mematikan oleh orang-orang bersenjata yang mengaku membalas keputusan majalah itu saat menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.