Teknologi 'Skin VR' Berikan Pengalaman Sensasi Sentuhan di Dunia Maya
📅 Rabu, 28 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat"Pada dasarnya kami menangkap ekspresi wajah yang umum seperti kemarahan, kebahagiaan, dan keterkejutan, lalu mengimplementasikannya dalam lingkungan VR," imbuh dia.
Para peneliti merancang tiga lingkungan virtual yaitu bahagia, netral, dan menakutkan, serta mengukur kondisi kognitif dan fisiologis setiap orang saat mereka berinteraksi dalam setiap skenario.
Dengan mereproduksi tiga ekspresi wajah universal yaitu senyuman, cemberut, dan kepalkan tangan, mereka mengeksplorasi apakah perubahan di lingkungan memicu salah satu dari tiga ekspresi, berdasarkan respons emosional dan fisiologis.
Misalnya, di lingkungan yang bahagia, pengguna ditugasi bergerak melintasi taman untuk menangkap kupu-kupu dengan jaring. Pengguna bergerak ketika mereka tersenyum dan berhenti ketika mereka mengerutkan kening.
Di lingkungan netral, pengguna ditugaskan untuk menavigasi sebuah bengkel untuk mengambil barang-barang yang berserakan. Rahang yang terkatup memicu tindakan - dalam hal ini mengambil setiap objek - sementara perintah gerakan mulai dan berhenti dimulai dengan senyuman dan cemberut.
Ekspresi wajah yang sama digunakan di lingkungan yang menakutkan, di mana para pengguna menavigasi skenario bertualang di sebuah pangkalan bawah tanah untuk menembak zombie.
"Secara keseluruhan, kami mengharapkan kontroler genggam bekerja lebih baik karena merupakan metode yang lebih intuitif daripada ekspresi wajah, namun orang melaporkan merasa lebih senang dalam pengalaman VR yang dikendalikan oleh ekspresi wajah," ucap Profesor Billinghurst seraya mengatakan bahwa mengandalkan ekspresi wajah dalam pengaturan VR adalah kerja keras bagi otak, tetapi memberi pengguna pengalaman yang lebih realistis.
"Mudah-mudahan dengan penelitian lebih lanjut kita bisa membuatnya lebih ramah pengguna (user friendly)," ujar dia.
Selain menyediakan cara baru untuk menggunakan VR, teknik ini juga akan memungkinkan penyandang disabilitas, termasuk orang yang diamputasi dan mereka yang menderita penyakit neuron motorik, untuk berinteraksi secara handsfree di VR, tidak perlu lagi menggunakan pengontrol yang dirancang untuk orang yang sepenuhnya mampu.
Para peneliti juga mengatakan teknologi itu juga dapat digunakan untuk melengkapi pengontrol genggam di mana ekspresi wajah adalah bentuk interaksi yang lebih alami. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!