Perlambatan Perdagangan Global Bakal Memburuk pada 2023
Kamis, 15 Des 2022, 05:38 WIB | Oleh: Tim RedaksiHarga Minyak
Diminta terpisah, Peneliti Ekonomi Indef, Nailul Huda, mengatakan walaupun masih gelap, namun ada harapan perdagangan global bisa membaik jika penurunan harga minyak global terus berlanjut. "Jika harga energi kembali menurun, inflasi di tingkat global bisa menurun dan meningkatkan kembali permintaan barang-barang global, termasuk barang ekspor dari Indonesia," ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, harga minyak global berada di angka 70 dollar AS per barel. "Saya rasa bisa menjadi sinyal positif perdagangan global," ungkapnya.
Adapun sisi pangan, katanya, akan sangat tergantung dari faktor perang dan strategi proteksionisme komoditas yang masih bisa mungkin berlanjut tahun depan.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan selama penyebab utama ketidakpastian global yaitu perang masih berlangsung, maka dampaknya akan tetap terasa di perdagangan global.
Apalagi sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Ukraina akan berakhir, perang masih berkecamuk dan belum ada tanda-tanda mereka membuka dialog ke arah yang lebih baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!