Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangkalan Militer AS di Jepang Larang Mobil BYD Masuk, Khawatirkan Risiko Keamanan Kamera dan Sensor

24 Sabtu, 24 Okt 2026, 17:33 WIB | Oleh:
Pangkalan Militer AS di Jepang Larang Mobil BYD Masuk, Khawatirkan Risiko Keamanan Kamera dan Sensor Pangkalan Militer AS di Jepang Larang Mobil BYD Masuk, Khawatirkan Risiko Keamanan Kamera dan Sensor Doc: ANTARA/Chairul Rohman
Ket. Ilustrasi logo BYD pada mobil M6 Cross.

JEPANG - Kendaraan BYD dilarang masuk ke lingkungan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Jepang karena dikhawatirkan menimbulkan risiko keamanan.

Menurut siaran Carscoops pada Jumat (23/10), kendaraan BYD mulai Senin tidak diizinkan memasuki Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, pulau yang berada sekitar 1.609 kilometer di barat daya Tokyo.

Petugas keamanan telah diperintahkan untuk menolak seluruh kendaraan BYD, termasuk taksi, kendaraan pengiriman, dan kendaraan milik kontraktor, memasuki area tersebut.

Letnan Kolonel Alli Stormer dari pangkalan Kadena mengatakan bahwa kendaraan-kendaraan itu menghadirkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi oleh personel serta misi mereka.

Stormer tidak mengungkapkan alasan penerapan tindakan tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa kamera dan sensor yang terpasang pada kendaraan BYD dikhawatirkan dapat merekam informasi militer sensitif di dalam pangkalan.

BYD sudah masuk dalam daftar perusahaan yang menurut Pentagon mendukung militer Tiongkok.

Produsen kendaraan Tiongkok menghadapi tarif tinggi dan kebijakan pembatasan lain di Amerika Serikat.

Selain itu, sejumlah anggota parlemen AS berupaya mengesahkan undang-undang untuk memastikan pelarangan pemasaran kendaraan Tiongkok secara permanen.

Amerika Serikat bukan satu-satunya negara yang mengkhawatirkan penggunaan mobil modern dari wilayah lain untuk memata-matai instalasi militer.

Kendaraan Tesla pada 2021 sempat dilarang memasuki sejumlah lokasi pemerintahan di Tiongkok, tetapi larangan itu dicabut pada 2024 setelah kendaraan Tesla yang diproduksi di Tiongkok dinilai memenuhi persyaratan keamanan data Tiongkok. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.