Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nasib Buruh Migran yang Membantu Qatar Mewujudkan Piala Dunia

📅 Rabu, 14 Des 2022, 05:01 WIB | Oleh:

Lain lagi, seorang buruh migran, Ganga Bahadur Sunuwar, kini telah kembali ke rumahnya di Kathmandu setelah bertahun-tahun bekerja di sebuah pabrik baja di Qatar, di mana dokter mengatakan dia menderita asma yang parah.

"Dari foto rontgen paru-paru saya, tidak peduli memakai berapa lapis masker, debu tetap masuk. Bahkan di kamar tidur, terkadang saya merasa mau pingsan atau mati," ungkapnya.

Ganga paham bahwa bekerja di luar negeri, yang berarti mengambil lebih banyak utang untuk mendapatkan pekerjaan, dan kemudian memiliki suara terbatas atas kondisi kerjanya, dapat berisiko bagi kesehatannya. Namun terlepas dari kekhawatiran ini, dia serius mempertimbangkannya.

"Bekerja di luar negeri bukanlah pilihan. Kami terpaksa melakukannya," kata pria yang kini bekerja mengangkut galon air mineral di Kathmandu.


Tetap berangkat

Hampir setiap hari pemandangan di bandara internasional utama Nepal di Kathmandu, menampilkan kedatangan peti mati yang membawa jenazah para pekerja migran, terutama dari negara-negara Teluk dan Malaysia. Otoritas bandara mengatakan, rata-rata sskitar tiga peti jenazah tiba setiap hari.

"Sejak 2010, ketika Piala Dunia ditetapkan kepada Qatar, 2.100 orang Nepal telah meninggal di sana karena berbagai sebab," ujar Kementerian Tenaga Kerja Nepal.

Sabin Shrestha, seorang sopir pengantar jenazah mengatakan, tingkat kematian pekerja migran yang tinggi telah membuat ia bepergian ke seluruh penjuru Nepal.

"Saya telah berkunjung ke 72 distrik sejak mulai bekerja. Rasanya berat di hati melihat saudara-saudara sati meninggal seperti ini," tuturnya.

Namun, diperkirakan 2.000 pekerja migran tetap berangkat dari bandara yang sama setiap hari. Terlepas dari kondisi kerja yang melelahkan, seperti panas yang ekstrim di Teluk, banyak yang merasa tidak memiliki pilihan selain memburu kesejahteraan atau terlilit hutang. Mereka terpaksa mempertahankan pekerjaan.

Akibatnya, para remaja laki-laki meninggalkan rumah, dan keluarga menghabiskan waktu bertahun-tahun terpisah dengan mereka. Data menunjukkan, sekitar seperempat dari produk domestik bruto Nepal diperoleh di luar negeri, salah satu persentase tertinggi dari negara mana pun.

"Bagi kami, ini seperti katak yang ingin keluar dengan meloncati tembok tinggi. Bekerja di luar negeri bukan pilihan, kami terpaksa melakukannya," kata Ganga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah-daerah Siaga Kebakar...
Megapolitan
Bappeda Memilih Bus Sekolah...

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp67.350/...
Megapolitan
Sebanyak 16 Perusahaan Masi...
Megapolitan
Harga Kakao Kering di Lebak...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.