Presiden: Cegah Krisis Pangan agar Tidak Merembet ke Masalah Sosial
📅 Rabu, 07 Des 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiProteksionisme Komoditas
Peneliti Ekonomi Indef, Nailul Huda yang diminta pendapatnya mengatakan tantangan krisis pangan harus jadi konsen pemerintah karena pada 2023 dengan perang yang berkecamuk bisa menjadikan rantai pasok pangan global terganggu.
Tiap-tiap negara produsen, paparnya, akan bergerak ke arah proteksionisme komoditas yang mereka produksi, sehingga pada akhirnya stok pangan global menipis. "Harga pangan akan semakin mahal yang ditambah kondisi moneter yang tidak kondusif bisa membuat rupiah semakin lemah terhadap dollar. Pada akhirnya, barang pangan impor semakin mahal," terangnya.
Pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Zainal Abidin, mengatakan masalah pangan bukan hanya dari sisi komoditas. "Bung Karno mengatakan pangan menentukan hidup-matinya suatu negara. Artinya, jangan hanya dilihat sebagai komoditas atau materi yang diperdagangkan. Kita harus memahami di baliknya ada intangible benefit dari pangan, karena masuk food security yaitu kecukupan pangan penyedia karbohidrat protein dan lain-lain. Selain itu soal food safety, yang berorientasi kesehatan," kata Zainal
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!