Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden: Cegah Krisis Pangan agar Tidak Merembet ke Masalah Sosial

📅 Rabu, 07 Des 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Presiden: Cegah Krisis Pangan agar Tidak Merembet ke Masalah Sosial Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Joko Widodo

» Kementerian/Lembaga harus berkolaborasi dan tidak terjebak ego sektoral.

» Pangan menentukan hidup matinya satu negara.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan jajaran menteri agar membuat kalkulasi secara cermat dan teliti dalam menghadapi kondisi perekonomian pada 2023 yang penuh ketidakpastian. Pentingnya membuat perhitungan yang teliti untuk mencegah krisis ekonomi maupun krisis pangan tidak sampai menjadi masalah sosial.

"Mengenai kondisi perekonomian tahun 2023. Sekali lagi, kita harus tetap hati-hati dan waspada, yang berkaitan dengan krisis keuangan, ekspor yang menurun, kemungkinan ekspor menurun, kemudian krisis pangan hati-hati mengenai karena bisa larinya ke masalah sosial dan politik," kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/12) saat sidang paripurna yang membahas perkiraan kondisi perekonomian tahun 2023, evaluasi penanganan Covid-19 dan antisipasi krisis pangan dan energi.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, para menteri kabinet Indonesia Maju, dan sejumlah kepala lembaga tinggi negara. "Yang berkaitan dengan beras betul-betul hitung semuanya itu, betul-betul hitung-hitungannya tampak," kata Presiden.

Perlunya perhitungan yang terukur agar dalam menyiapkan "reserve" atau cadangan tidak benar-benar tipis, sehingga tidak dimanfaatkan pedagang untuk mengambil keuntungan dengan menaikkan harga. "Kuncinya sekali lagi kolaborasi antara kementerian dan lembaga. Jangan terjebak pada ego sektoral. Lakukan konsolidasi data, konsolidasi policy dan konsolidasi dari pelaksanaan implementasi," kata Presiden.

Selain perhitungan yang matang, Presiden juga mengingatkan pentingnya meningkatkan konsumsi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang bisa menaikkan konsumsi masyarakat, salah satunya dengan kewajiban mengonsumsi produk-produk dalam negeri.

"Pembelian produk-produk dalam negeri itu wajib. Tidak bisa ditawar lagi," tegas Presiden.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), serta pihak lainnya, merupakan kunci penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi tahun depan.

"Dunia memang bergejolak, kuncinya sinergi dan kolaborasi, bersatu, bersama, gotong royong, guyub rukun, koordinasi. Kalau kita bersatu, gubernur, bupati, pemerintah pusat, ekonomi 2023 bisa kita dihadapi," kata Perry dalam sambutan Rakornas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (6/12).

Dengan sinergi dan kolaborasi, pihaknya optimistis perekonomian nasional dapat tumbuh di atas 5 persen year on year (yoy) pada tahun 2023, di saat IMF memperkirakan perekonomian global melambat di kisaran 2-3 persen yoy.

Perlambatan ekonomi global pada 2023, jelas Perry, merupakan efek lanjutan adanya invasi Russia ke Ukraina yang menyebabkan terhambatnya rantai pasok global pascapandemi Covid-19, sehingga mendorong laju inflasi di berbagai negara maju.

Inflasi tinggi itu kemudian diikuti langkah otoritas moneter berbagai negara maju yang secara agresif menaikkan suku bunga acuannya, yang akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Harga Cabai Rawit Rp103.250/Kg, Telur Ayam Rp31.850/Kg

21 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp103.250...
Nasional
Lewat Metode Hunting, Kemen...
Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.