Kekalahan AS atas Iran di Piala Dunia Dibayangi Ketegangan Politik
📅 Rabu, 30 Nov 2022, 16:34 WIB | Oleh: Mafani Fidesya
Tiga penjaga menjepit seorang pria ke tanah, yang mengenakan kaus bertuliskan "Wanita, Hidup, Kebebasan," slogan utama gerakan protes Iran.
Pria itu berulang kali berteriak, "wanita, hidup, kebebasan" saat penjaga berada di atasnya. Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa pertengkaran dimulai ketika penjaga berusaha melepaskan baju pria itu.
Dalam insiden lain, penjaga mengejar seorang pria melewati area stadion dan mendorongnya kembali ke dalam.
Pejabat keamanan turnamen dan penyelenggara turnamen, Komite Tertinggi Pengiriman dan Peninggalan, tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di paruh kedua pertandingan, lima anggota kelompok punk aktivis Rusia Pussy Riot berdiri di tribun stadion mengenakan balaclava hijau dan kaos bertuliskan "Kebebasan Hidup Wanita". Di bagian belakang, kaos itu memuat nama-nama orang yang terbunuh di Iran, beserta usia mereka, kata Nika Nikulshina, seorang anggota kelompok itu kepada Reuters.
"Ini adalah sikap dukungan kami untuk wanita Iran dan kami ingin menyoroti bahwa Iran mengirim pesawat tak berawak ke Rusia untuk membunuh Ukraina. Kami ingin mengingatkan semua orang bahwa tidak hanya ada FIFA dan kesenangan, dan ada perang yang sedang terjadi, "katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!