Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tenaga Medis Afghanistan Tertarik pada BPJS Kesehatan

📅 Selasa, 08 Nov 2022, 11:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tenaga Medis Afghanistan Tertarik pada BPJS Kesehatan Doc: ANTARA/BKKBN
Ket. Seorang tenaga medis asal Afghanistan yang nampak sedang bertukar pikiran dengan perwakilan BKKBN DI Yogyakarta pada Senin (7/11).

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan tenaga medis asal Afghanistan yang mengikuti pelatihan keluarga berencana merasa tertarik pada layanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS dan sunat perempuan yang dilakukan di Indonesia.

"Di negara kami nyaris tidak ada sistem asuransi kesehatan. Apalagi yang massal dan nasional seperti BPJS, kami sungguh kagum," kata Dokter asal Afghanistan Abdullah Shenware dalam keterangan tertulis BKKBN di Jakarta, Selasa (8/11).

Dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kesehatan Ibu dan Anak serta KB yang diikuti oleh 38 tenaga medis dari Afghanistan di Yogyakarta pada hari Senin (7/11), peserta mengunjungi Puskesmas Gedongtengen untuk melihat dan mempelajari pelayanan dasar kesehatan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Abdullah mengatakan hampir seluruh pasien Puskesmas dilayani dengan skema pembiayaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Hal yang paling menarik baginya adalah jangkauan pelayanan kesehatan hingga pelosok daerah karena hal itu belum bisa dinikmati seutuhnya oleh warga Afghanistan, ujarnya.

"Pusat kesehatan level terbawah yang kami kunjungi ini sungguh lengkap pelayanannya," katanya.

Dokter Kandungan asal Afghanistan Fariha Anoosh mengaku takjub Indonesia memiliki buku Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)tentang perawatan kesehatan ibu hamil yang sengaja dimintanya dari Puskesmas Gedongtengen untuk dijadikan bahan penyuluhan di tempat kerjanya nanti.

"Akan saya gandakan dan bagikan kepada teman-teman di rumah sakit sebagai panduan memberikan penyuluhan," ucapnya

Fariha turut takjub dengan adanya Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) untuk melindungi perempuan. Sebab di negaranya, pembatasan-pembatasan terhadap kaum perempuan sangat berpengaruh terhadap rendahnya kontribusi dokter, perawat, dan bidan perempuan Afghanistan dalam memajukan derajat kesehatan masyarakat.

Plt. Direktur LSM Rifka Annisa, Indah Wahyu Andari menjelaskan bahwa terdapat tiga aliran pemahaman mengenai sunat perempuan yang berbeda di Indonesia.

Perbedaan budaya kedua negara dalam memperlakukan perempuan jelas berbeda, kata dia, namun di Indonesia ada yang memandang sunat perempuan bukanlah ajaran agama, sehingga tidak perlu dilakukan bila hanya merugikan kaum perempuan.

Sedangkan pandangan lainnya menyatakan hal tersebut adalah ajaran agama yang wajib dilaksanakan atau sebagai adat yang dilakukan secara simbolis dengan menyayat sedikit kulit ari perempuan di atas clitrois atau bahkan digantikan dengan mengiris kunyit.

Kepala Perwakilan BKKBN DI Yogyakarta Shodiqin menyatakan akan membantu menyiapkan pelaksanaan pelatihan pun dapat belajar banyak dari para peserta.

"Kami tugaskan personil kami untuk mendampingi peserta selama proses pembelajaran dan berinteraksi untuk membuka wawasan," kata Shodiqin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.