Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Era Rezim Suku Bunga Tinggi Dimulai

📅 Selasa, 20 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Era Rezim Suku Bunga Tinggi Dimulai Doc: Sumber: Federal Reserve - KJ/ONES/AND

» Bank sentral AS bakal gagal meredam inflasi kalau tidak menaikkan suku bunga di atas 4 persen.

» Kurs di emerging market bakal melemah, begitu pula dalam pembayaran utang dan terjadinya pelarian modal.

WASHINGTON - Survei yang dilakukan Financial Times baru-baru ini menunjukkan mayoritas ekonom terkemuka memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) di atas 4 persen. Level tersebut akan dipertahankan setelah 2023 sebagai upaya untuk melawan inflasi yang tinggi.

Survei terbaru yang dilakukan dalam kemitraan dengan Initiative on Global Markets di Booth School of Business University of Chicago, menunjukkan kalau The Fed masih jauh dari upaya mengakhiri kampanye yang memperketat kebijakan moneter.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah menaikkan suku bunga tahun ini pada laju tercepat sejak 1981 dan diperkirakan akan menerapkan kenaikan suku bunga 0,75 poin persentase ketiga berturut-turut, pada Rabu, ke level 3 hingga 3,25 persen.

Hampir 70 persen dari 44 ekonom yang disurvei antara 13 dan 15 September percaya bahwa tingkat FFR dari siklus pengetatan kali ini akan mencapai puncaknya di kisaran 4-5 persen, sedangkan 20 persen berpendapat akan melampaui level tersebut.

"FOMC belum mencapai kesepakatan dengan seberapa tinggi mereka perlu menaikkan suku bunga," kata Eric Swanson, pakar di University of California, Irvine, yang memperkirakan suku bunga dana Fed pada akhirnya akan mencapai kisaran 5-6 persen.

"Jika The Fed ingin memperlambat ekonomi sekarang, mereka perlu menaikkan suku bunga di atas inflasi (inti)," tambahnya.

Sementara itu, Jón Steinsson dari University of California, Berkeley mengaku khawatir jika The Fed sampai pada titik di mana mereka menghadapi risiko kredibilitasnya yang terkikis secara serius.

Lebih dari sepertiga ekonom yang disurvei memperingatkan, Fed akan gagal mengendalikan inflasi jika tidak menaikkan suku bunga di atas 4 persen pada akhir tahun ini. Sebagian besar juga berpendapat The Fed akan mempertahankannya pada periode lebih lanjut.

Resesi AS menurut para ekonom kemungkinan akan berlangsung selama dua atau tiga kuartal, dan pada puncaknya, tingkat pengangguran bisa berkisar 5-6 persen jauh melebihi tingkat 3,7 persen saat ini.

Inflasi Tertinggi

Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Imron Mawardi, yang diminta pendapatnya, mengatakan kekhawatiran para ekonom tersebut sangat mungkin terjadi jika melihat kondisi ekonomi global yang terpuruk ini masih berlanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
CFD Rasuna Said Jadi Venue ...
Olahraga
Laga Persahabatan: Brasil M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.