Benahi Tata Niaga Pangan yang Buruk
📅 Kamis, 02 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Pemerintah perlu mengantisipasi tren kenaikan restriksi ini jika akan terjadi dalam jangka waktu panjang dan terus meningkat, khususnya pada komoditas pangan yang mayoritas masih bergantung pada pasokan impor," kata Muhaimin.
Beberapa negara yang membatasi ekspor seperti India untuk komoditas gula dan gandum, Malaysia untuk produk daging ayam, dan Serbia serta Kazakhstan untuk biji-bijian.
Selain itu, dia juga mendorong Badan Pangan Nasional (BPN), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan koordinasi untuk memperhitungkan dengan matang ketersediaan dan stok pangan di dalam negeri.
Koordinasi perlu karena beberapa jenis bahan pangan di Indonesia masih diimpor dari berbagai negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemerintah harus cek secara benar ketersediaan pangan kita. Jangan sampai stoknya habis. Paling tidak untuk tiga sampai empat bulan ke depan," jelasnya.
Dia juga meminta Kementan dan Kemendag agar mengoptimalkan potensi produksi komoditas pangan dalam negeri untuk menekan kelangkaan komoditas impor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kondisi saat ini, tambahnya, harus menjadi motivasi bagi pemerintah untuk lebih fokus pada potensi pertanian dalam negeri. Indonesia harus mandiri pangan dan tidak boleh mengandalkan impor. Pemerintah harus menata ulang sistem pertanian secara komprehensif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!