Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Teknologi Berbasis Gim yang Menyenangkan

📅 Minggu, 22 Mei 2022, 17:36 WIB | Oleh:
Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Teknologi Berbasis Gim yang Menyenangkan Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
Ket. Yayasan Teknologi untuk Indonesia (Solve Education) dan Pemerintah Kota Semarang menandatangani kesepakatan untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui serangkaian platform digital yang dikembangkan Solve Education! Walikota Semarang yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

SEMARANG - Yayasan Teknologi untuk Indonesia (Solve Education) dan Pemerintah Kota Semarang menandatangani kesepakatan bersama untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui serangkaian platform digital yang dikembangkan Solve Education!.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada tanggal 12 Mei 2022 oleh Walikota Semarang yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Solve Education juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menjangkau proses pembelajaran bagi 200 siswa SMP dan 569 siswa SD sederajat di Semarang. Kerja sama tersebut akan berlaku selama lima tahun.

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Covid-19 telah memberikan tantangan yang cukup besar pada segala aspek, terutama sektor pendidikan. Persebaran virus korona yang massif di berbagai negara, memaksa dunia untuk berubah.

"Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespons dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya," ujarnya Jumat (20/5).

Sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespons surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah.

Pendidik merasa kaget karena harus mengubah sistem, silabus dan proses belajar secara cepat. Siswa terbata-bata karena mendapat tumpukan tugas selama belajar dari rumah. Sementara, orang tua murid merasa stress ketika mendampingi proses pembelajaran dengan tugas-tugas, di samping harus memikirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan masing-masing di tengah krisis.

"Jadi, kendala-kendala itu menjadi catatan penting dari dunia pendidikan kita yang harus mengejar pembelajaran daring secara cepat. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat," tambahnya.

Dari tantangan-tantangan itu, semua pihak harus berani melangkah untuk menjadikan pembelajaran online sebagai kesempatan mentransformasi pendidikan. Dengan demikian, inovasi-inovasi baru yang pastinya tidak membingungkan dan membosankan harus diciptakan.

Seperti Solve Education yang telah membuat beberapa aplikasi untuk menunjang pendidikan dengan memasukkan beberapa permainan atau game yang bisa dimainkan oleh anak-anak namun diselipkan dengan edukasi di dalamnya, sehingga anak-anak tidak akan bosan untuk bermain sambil belajar.

"Harapan saya semoga dengan ditandatanganinya MOU ini kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan dalam pengembangan kompetensi pada peserta didik di Kota Semarang melalui penggunaan dan adaptasi teknologi pendidikan," pungkas Hendi.

Talitha Amalia, Direktur Pelaksana Solve Education Indonesia mengatakan melalui integrasi teknologi digital yang tepat, peserta didik dapat diberikan kesempatan untuk menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan.

"Misi kami adalah untuk membuat anak-anak senang dan menikmati proses belajar mereka. Dengan integrasi teknologi digital yang tepat guna, apalagi disertai dengan elemen gim yang seru, kami berharap dapat membantu guru untuk membuat proses belajar semakin menyenangkan, mudah, dan lebih terukur," jelasnya.

Kerja sama Solve Education! dan Pemerintah serta Departemen Pendidikan Kota Semarang ini juga sejalan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 pada 20 Mei 2022 yang bertema "Ayo Bangkit Bersama". Dengan adanya kerja sama ini, kualitas pendidikan Indonesia diharapkan dapat bangkit dan semakin berkembang, dimulai dari Kota Semarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.