Fakta Mengejutkan Soal Minyak Goreng, Ketua KPK Firli Bahuri Ternyata Pernah Minta Mendag Panggil Pemilik Bimoli, Rose Brand, Tropical
📅 Jumat, 18 Mar 2022, 16:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Tangkapan layar Youtube Pemprov Bali
BALI - Ketua KPK Firli Bahuri mengaku tak hanya mengurusi korupsi namun juga soal batu bara dan minyak goreng langka. Dia mengatakan pada 9 Maret yang lalu mengajak Menko Perokonomian, Mentan, Menperin, Mendag, Dirut Bulog, dan Kepala Badan Pangan nasional.
"Saya ajak rapat. Saya bilang Pak Airlangga saya bilang kita rapat Pak. Kita produksi terbesar sawit masak minyak goreng langka. Pak Mendag, bapak hrus kerjasama dengan Kapolri karena penimbunan dan kelangkaan bukan urusan KPK. Karena belum tentu ada unsur korupsinya," papar Firli di Denpasar Bali dikutip dari Youtube Pemprov Bali, Jumat (18/3).
Di kesempatan itu Firli juga mengatakan ia meminta Mendag untuk memanggil pelaku industri minyak goreng.
"Saya bilang Mendag panggil dong para industri, para pembuat minyak goreng. Saya bilang Bimoli tidak ada ada di lapangan, faktanya Rose Brand enggak ada di lapangan, Tropical pun tidak ada di lapangan, Filma. Padahal sebelumnya banyak," kata Firli.
"Ke mana? Tinggal panggil yang punya Bimoli, yang punya Rose Brand, Tropical. Ajak bicara kenapa langka?," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kesempatan itu Firli juga mengaku mendorong pemerintah membuat regulasi untuk mencegah kelangkaan minyak goreng tersebut. Firli mengatakan, Luthfi berjanji bakal memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan terkait masalah minyak goreng tersebut.
"Pemerintah kan kerjanya berkoordinasi, mengatur regulasi. Kalau regulasinya belum ada, kita buat regulasinya. Saya juga bilang kita perlu neraca pangan biar datanya jelas tidak berdasar asumsi," papar Firli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!