Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara Memburuk karena Karhutla, Warga Sulawesi Barat Diimbau Gunakan Masker

27 Selasa, 06 Okt 2026, 14:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kualitas Udara Memburuk karena Karhutla, Warga Sulawesi Barat Diimbau Gunakan Masker Kualitas Udara Memburuk karena Karhutla, Warga Sulawesi Barat Diimbau Gunakan Masker Doc: ANTARA
Ket. Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026).

MAKASSAR – Warga di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diimbau untuk menggunakan masker mewaspadai asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Selasa (06/10), mengatakan dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, asap yang dihasilkan dari karhutla membawa partikel dan zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara dan bahaya apabila masuk ke saluran pernapasan.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat di Mamuju dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.

"Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas," katanya.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dengan menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan

Ia juga berharap masyarakat dapat mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

"Jika tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Ia mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. selain pemerintah Sulbar tenaga kesehatan, dan pemerintah kabupaten, juga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk mewujudkan visi Sulbar maju dan sejahtera, mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Rona
Kecepatan Respons Perintah ...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.