Kualitas Udara Memburuk karena Karhutla, Warga Sulawesi Barat Diimbau Gunakan Masker
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 14:48 WIB | Oleh: Tim PenulisMAKASSAR – Warga di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diimbau untuk menggunakan masker mewaspadai asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Selasa (06/10), mengatakan dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Ia mengatakan, asap yang dihasilkan dari karhutla membawa partikel dan zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara dan bahaya apabila masuk ke saluran pernapasan.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat di Mamuju dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.
"Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dengan menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan
Ia juga berharap masyarakat dapat mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
"Jika tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Ia mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak. selain pemerintah Sulbar tenaga kesehatan, dan pemerintah kabupaten, juga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk mewujudkan visi Sulbar maju dan sejahtera, mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!