Pemkot Bandung Bertekad Jadikan Literasi Al-Quran sebagai Gerakan Perkuat Kualitas SDM
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 14:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menjadikan literasi Al-Quran sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia. Program pemberantasan buta huruf Al-Quran tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga membangun kebiasaan membaca, kemampuan linguistik, serta karakter anak.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat membuka kegiatan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran dan Pelatihan Guru Mengaji melalui Metode Literasi Membaca Al-Quran di Hotel Oakwood Merdeka Bandung, Jalan Jawa, Senin (5/10).
Wali Kota Farhan mengatakan bahwa literasi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku. Menurut dia, literasi Al-Quran juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan linguistik dan intelektualitas masyarakat.
“Bagaimanapun juga ini bagian dari pendidikan literasi. Tujuannya agar tingkat melek huruf Al-Quran ini bisa meningkat,” ujar Wali Kota Farhan.
Ia menilai persoalan di Kota Bandung bukan semata-mata masih banyaknya masyarakat yang sama sekali tidak mengenal huruf, melainkan belum terbentuknya kebiasaan membaca Al-Quran dengan baik dan benar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau baca Quran lebih memilih bahasa latinnya. Padahal sebetulnya literasinya itu tujuannya untuk menambah kemampuan kualitas linguistik,” kata dia.
Menurut Wali Kota Farhan kemampuan linguistik merupakan salah satu bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan yang semakin tinggi. Karena itu, anak-anak perlu memiliki kemampuan tambahan yang dapat memperluas wawasan dan membangun kemampuan berpikir.
Ia berharap, literasi Al-Quran dapat membentuk kebiasaan membaca yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan untuk membaca dan memahami berbagai informasi secara lebih baik.
“Ketika mereka mengerti apa itu iqra, kita harapkan anak-anak kita nanti akan bisa mengerti bahwa ketika mereka mendapatkan informasi pun harus membaca dengan baik,” tutur dia.
Wali Kota Farhan juga menekankan bahwa membaca Al-Quran tidak berhenti pada kemampuan mengenal huruf dan melafalkan ayat. Literasi perlu dilanjutkan dengan memahami kandungan Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memperluas gerakan tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan guru mengaji sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program. Para guru mengaji dinilai memiliki kedekatan langsung dengan anak dan keluarga di lingkungan masyarakat.
“Keberadaan para guru mengaji menjadi sangat strategis,” kata dia.
Wali Kota Farhan pun menyebut bahwa pelatihan guru mengaji diharapkan dapat dikembangkan menjadi training of trainers (TOT), sehingga para peserta dapat menjadi penggerak sekaligus menularkan metode literasi Al-Quran kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!